Diklaim Berusia 146 Tahun, Sodimejo: Kok do Nonton Aku?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga yang memadati rumah Sodimejo berlomba memotret lelaki sepuh yang diklaim sebagai manusia tertua di dunia itu menggunakan kamera ponsel di Dukuh Segeran, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. TEMPO/Dinda Leo Listy

    Warga yang memadati rumah Sodimejo berlomba memotret lelaki sepuh yang diklaim sebagai manusia tertua di dunia itu menggunakan kamera ponsel di Dukuh Segeran, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Sregen - Entah siapa yang pertama kali mengembuskan kabar ihwal rencana kedatangnya dua artis kondang, Julia Perez dan Ayu Tingting, ke rumah Sodimejo. Lelaki sepuh asal Dukuh Segeran, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, itu belakangan ini menjadi sorotan media nasional hingga internasional. Dia diklaim sebagai orang tertua di dunia.

    Kabar burung itu beredar begitu cepat pada Kamis, 8 September 2016. Bahkan, sejak pagi, sejumlah pedagang jajanan sudah membuka lapak di gang depan rumah sang kakek yang diyakini berumur hampir 146 tahun itu. “Tidak ada. Kalau memang akan ada artis ke sini, tentu saya dikasih tahu dulu,” kata Kepala Kepolisian Sektor Sambungmacan, Ajun Komisaris Haryanto, berupaya meredam rasa penasaran penduduk yang berdatangan satu demi satu.

    Namun, penjelasan itu tak mampu membendung gelombang kedatangan puluhan tetangga sekitar maupun rombongan penduduk dari lain desa. Ada yang berjalan kaki. Banyak pula yang berboncengan sepeda motor. Pemuda kampung pun berinisiatif membuka lahan parkir dadakan dengan memasang “portal” bambu di mulut gang menuju rumah kakek yang mengaku sudah berumur sekitar 10 tahun saat Pabrik Gula Gondang Sragen baru dibangun pada 1880.

    Baca: Pesan Nisan pada 1993, Sodimejo Malah Jadi Pria Tertua Dunia

    Meski dua artis yang dinanti tak juga tiba, puluhan “tamu” terus merangsek ke rumah yang bangunannya masih tampak baru itu. Lelaki - perempuan, tua - muda, berkerumun membentuk formasi setengah lingkaran yang mengepung amben (balai-balai) beralas karpet tipis: tempat Mbah Sodimejo duduk dan menjawab berbagai pertanyaan. Dengan kamera ponsel, mereka berlomba memotret Sodimejo atau sekadar menjadikannya latar belakang saat berswafoto.

    “Cita-citanya apa Mbah?” tanya seorang perempuan muda bergincu tebal sambil menyorongkan kepalanya mendekat ke telinga Sodimejo. Seolah hendak mengkonfirmasi berita di sejumlah media yang mengangkat “kebosanan hidup” Sodimejo sebagai judul dan terasnya, pertanyaan itu dia ulang sampai dua kali. Tapi siang itu Sodimejo sedang tinggi selera humornya. Pemilik KTP bertanggal lahir 31 Desember 1870 itu tak sedikit pun menyinggung ihwal penantiannya akan maut.

    Kok do nonton aku ki opo aku bagus (kok pada melihat saya apa karena saya ganteng),” kata Sodimejo sambil tersenyum. Menurut Suryanto, salah satu cucu dari istri keempat yang merawat Sodimejo (semua istri dan sebagian anaknya sudah meninggal dunia sejak lama), kakeknya pertama kali diliput media pada 2010. Tapi baru tahun ini liputan tentang Sodimejo menuai respon luar biasa.

    “Senin lalu simbah (kakek) kedatangan tamu artis Daus Mini dan Ustaz Zacky Mirza. Sejak hari itu sampai sekarang simbah terus kedatangan pengunjung,” kata Suryanto. Lantaran pengunjung terus berdatangan, sementara Sodimejo tampak kelelahan, seorang cucu yang lain terpaksa menutup pintu rumah Suryanto. “Sudah, biar kakek saya istirahat dulu,” kata pemuda berperawakan kekar itu.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.