Minggu, 22 September 2019

Pesan Nisan pada 1993, Sodimejo Malah Jadi Pria Tertua Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sodimejo berbaring di amben (balai-balai) ditemani radio kesayangan dan Sugiyem, anak sulungnya dari istri keempat yang sudah meninggal sejak 1997. Sodimejo adalah warga Dukuh Segeran, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. TEMPO/Dinda Leo Listy

    Sodimejo berbaring di amben (balai-balai) ditemani radio kesayangan dan Sugiyem, anak sulungnya dari istri keempat yang sudah meninggal sejak 1997. Sodimejo adalah warga Dukuh Segeran, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.COSragen - Tak ada yang tahu secara pasti berapa umur Sodimejo: warga Dukuh Segeran, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Belakangan ini, Sodimejo menjadi sorotan media nasional hingga internasional karena diklaim sebagai orang tertua di dunia.

    Dalam kartu tanda penduduk, Sodimejo lahir di Sragen, 31 Desember 1870. Dengan demikian, usia lelaki yang empat kali menikah—semua istrinya meninggal—itu hampir 146 tahun. Artinya, dia 23 tahun lebih tua dari Jeanne Louise Calment, warga Prancis yang memegang rekor manusia tertua di dunia menurut Guinness World Records.

    Jeanne meninggal pada 4 Agustus 1997 dalam usia 122 tahun 164 hari. Namun, tidak seperti Jeanne, kepastian berapa umur Sodimejo hingga kini belum bisa dikonfirmasi. Sebab, munculnya angka 1870 itu berdasarkan penuturan Sodimejo tentang ingatannya pada pembangunan Pabrik Gula Gondang Sragen pada masa kolonial Belanda.

    Saat pabrik gula itu dibangun pada 1880, Sodimejo mengaku sudah berkhitan (diperkirakan berumur sepuluh tahun). "Si Mbah (kakek) masih ingat masa itu ada orang yang mencuri besi untuk membangun pabrik gula. Katanya besi itu dijual untuk makan,” kata Suratno, cucu Sodimejo, Kamis, 8 September 2016. Suratno adalah anak Sugiyem. 

    Sugiyem adalah anak sulung dari Rayem, istri terakhir Sodimejo yang sudah meninggal pada 1997. "Saya sendiri tidak tahu berapa pastinya umur saya. Maklum, saya dulu tidak sekolah. Sepertinya saya sudah 70 tahun atau lebih, tapi kalau 80 tahun mungkin belum sampai. Saya punya dua saudara, tapi sudah meninggal dunia semua," ujar Sugiyem.

    Upaya mencari kemungkinan akta kelahiran Sodimejo yang dicatat pada masa kolonial Belanda (Registreer een Geboortearte) di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sragen juga nihil. "Akta tertua di sini 1950-an," tutur Kepala Seksi Sistem Teknologi Informasi Disdukcapil Sragen Dani Wahyu Setiawan.

    Dani mengatakan, sejak pertama berdiri sampai sekarang menempati gedung tua peninggalan Belanda di Jalan Diponegoro, Disdukcapil Kabupaten Sragen sudah tiga kali berpindah kantor. Dia menduga arsip-arsip peninggalan Belanda tersebut tercecer atau hilang saat proses perpindahan kantor.

    Mencatatkan rekor sebagai manusia tertua di dunia tak pernah terbersit dalam benak Sodimejo. Sebaliknya, sejak 1993, Sodimejo—memiliki nama kecil Saparman (lahir di bulan Sapar)—sudah memesan batu nisan bertatahkan namanya. Nisan itu teronggok di samping pintu rumah, beberapa meter dari balai-balai tempat Sodimejo menikmati hari tuanya.

    DINDA LEO LISTY

    Baca Juga
    Karena Gatot, Reza Artamevia Berubah Total? Ini yang Terjadi
    Gatot Dituduh Memperkosa: Titisan Malaikat & Korban Hamil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.