Jumlah Hewan Kurban di Jakarta Melonjak 100 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bersalaman bersama masyarakat usai melangsungkan salat Idul Adha di Halaman Balai Kota, Senin, 12 September 2016. TEMPO/Larissa

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bersalaman bersama masyarakat usai melangsungkan salat Idul Adha di Halaman Balai Kota, Senin, 12 September 2016. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, melepas tim pemeriksa hewan kurban yang diturunkan langsung oleh Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan. Petugas bakal memastikan hewan kurban yang ada di Jakarta terbebas dari penyakit, khususnya penyakit antraks.

    Pemeriksaan ini, kata Djarot, dilakukan agar hewan yang disembelih bisa dikonsumsi dengan aman oleh masyarakat. Hari ini, Djarot pun berencana mengecek rumah potong hewan yang terletak dekat Masjid Al-Azhar, Jakarta Timur.

    Djarot menuturkan jumlah hewan kurban yang ada di Jakarta tahun ini melonjak hingga 100 persen. Adapun jumlah seluruh hewan kurban di seluruh wilayah tercatat sebanyak 95.508 ekor. Jumlah sapi tercatat sebanyak 21.709 ekor, kerbau 248 ekor, kambing 68.737 ekor, dan domba 4.815 ekor.

    "Seluruhnya ada di 1.495 titik," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 12 September 2016.

    Untuk pemeriksaan hewan kurban, Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta menerjunkan 808 petugas pemeriksa hewan kurban. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga bekerja sama dengan ikatan dokter hewan dan Institut Pertanian Bogor.

    "Jadi, petugas kami akan disebar ke sana untuk mengecek. Terutama terhadap kesehatan hewan kurban, sehingga kita bisa pastikan betul di Jakarta benar-benar bebas dari penyakit antraks," kata Djarot.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.