Idul Adha, Jokowi Berpesan Jangan Mau Kaya Sendiri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo membagikan makanan tambahan di Puskesmas Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Ahad, 11 September 2016. Foto Biro Pers Istana Kepresidenan.

    Presiden Joko Widodo membagikan makanan tambahan di Puskesmas Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Ahad, 11 September 2016. Foto Biro Pers Istana Kepresidenan.

    TEMPO.COJakarta - Dalam berbagai kegiatan atau kunjungan kerja, Presiden Joko Widodo kerap menyisipkan pesan tentang persaingan atau kompetisi di antara negara yang semakin ketat. Dalam perayaan Idul Adha 1437 Hijriah, Presiden Joko Widodo kembali menyelipkan pesan persaingan tersebut. 

    "Hari Raya Idul Kurban ini jadi inspirasi kita untuk bekerja keras, kerja keras untuk negara, untuk keluarga, untuk kotanya, untuk kabupatennya, untuk lingkungannya. Dengan kerja keras itulah, kita akan bisa memenangi persaingan dan kompetisi yang semakin sengit saat ini," ujar Presiden Joko Widodo setelah menunaikan salat Idul Adha di Masjid Agung At Tsauroh, Serang, Banten, Senin, 12 September 2016.

    Sebelum salat Idul Adha, Presiden Joko Widodo terakhir kali menyampaikan pesan persaingan pada sidang kabinet paripurna yang berlangsung di Istana Kepresidenan pada Jumat pekan lalu. Dia mengatakan hasil kunjungan ke KTT G20 dan KTT ASEAN menunjukkan Indonesia cukup tertinggal dari negara-negara lain dalam memperebutkan arus modal atau investasi. 

    Karena itu, Presiden Joko Widodo melanjutkan, Indonesia harus mencari cara lain selain bekerja keras untuk memenangi persaingan. Presiden Joko Widodo menyebutkan beberapa contoh, seperti menentukan kembali fokus dari core ekonomi atau core bisnis Indonesia hingga melakukan diferensiasi atau menguatkan kekhasan Indonesia dibandingkan negara lain. 

    Presiden Joko Widodo melanjutkan, kerja keras untuk memenangi persaingan itu tidak bisa dilakukan sendiri, harus dilakukan bersama-sama jika ingin mudah tercapai. Karena itu, menurut dia, ego harus dikorbankan agar bisa memenangi persaingan bersama-sama.

    “Spirit berkurban sangat diperlukan, entah berkurban untuk masyarakat, berkurban untuk keluarga, berkurban untuk lingkungan. Ini sangat penting, jangan hanya maunya, hanya ingin kaya sendiri, pingin menang sendiri, abai terhadap lingkungan, terhadap tetangga, terhadap yang tidak mampu,” kata Jokowi.

    ISTMAN M.P.

    Baca:
    Khotib Mesjid Istiqlal: Kurban Memupuk Solidaritas Publik
    Warga Luar Batang Tolak Pemberian Hewan Kurban dari Ahok  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.