Khotib Masjid Istiqlal: Kurban Memupuk Solidaritas Publik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjagaan ketat di Masjid Istiqlal jelang Salat Id 1 Syawal 1437 Hijriyah oleh aparat TNI/Polri bersenjata lengkap. TEMPO/Amirullah

    Penjagaan ketat di Masjid Istiqlal jelang Salat Id 1 Syawal 1437 Hijriyah oleh aparat TNI/Polri bersenjata lengkap. TEMPO/Amirullah

    TEMPO.COJakarta - Pemimpin salat Idul Adha di Masjid Istiqlal, KH Cholil Nafis, membeberkan pentingnya berkurban untuk mengajari masyarakat agar memupuk solidaritas kemanusiaan. "Tanpa adanya pengorbanan, manusia akan mementingkan dirinya sendiri," katanya saat khotbah pada Senin, 12 September 2016.

    Cholil mengatakan, tanpa solidaritas, manusia akan menjadi makhluk yang rakus dan acuh terhadap lingkungan sekitar. Karena itu, dia mencontohkan keteladanan Nabi Ibrahim. Dia rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk Allah SWT. Sikap Ibrahim diharapkan dapat diterapkan di lingkup keluarga.

    Dia mengatakan pakar psikologi sosial dari University of British Columbia, Kanada, Elizabeth Dunn, melakukan sebuah penelitian tentang kebahagiaan manusia. Menurut dia, orang yang membelanjakan uangnya untuk menolong sesama akan menambah kebahagiaan manusia. Penelitian ini ditulis dalam jurnal pada 2008 berjudul Spending Money on Others Promotes Happiness.

    Kata dia, penelitian itu membuktikan jumlah uang yang dimiliki bukan hal terpenting. Namun bagaimana manusia membelanjakannya untuk sesama. "Logika terbalik yang jamak terjadi justru mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi demi mengejar kebahagiaan," ujarnya.

    Dia menyarankan masyarakat meneladani sikap Nabi Ismail yang dengan rela berkorban dan berbakti kepada orang tuanya. Menurut dia, Ismail bukan pemuda penakut dan putus asa. Ismail dianggap sebagai sosok lelaki muda yang gentleman, yang berani mengambil risiko atas sebuah prinsip yang diyakini.

    Cholil juga menjelaskan bahwa generasi muda saat ini harus mencontoh sikap Ismail. Caranya dengan meninggalkan narkoba dan terorisme. Dia mengatakan generasi muda yang terkena narkoba cukup besar. Badan Narkotika Nasional mencatat jumlahnya mencapai 5,9 juta orang hingga November tahun lalu.

    Salat Idul Adha kali ini diikuti Menteri Pertanian Amran Sulaiman serta Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil. Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan pelaksanaan salat Idul Adha tahun ini tidak diikuti Presiden Joko Widodo dan wakilnya, Jusuf Kalla. "Ini pertama kalinya Presiden dan Wakil Presiden tidak salat di sini," tuturnya.

    Dia menjelaskan, Presiden Joko Widodo mengikuti salat Idul Adha di daerah. Sedangkan Jusuf Kalla masih berada di luar negeri untuk menjalani tugas kenegaraan.

    AVIT HIDAYAT

    Baca:
    Masjid Istiqlal Hapus Sistem Kupon Pembagian Hewan Kurban
    Pemerintah Diminta Usut Oknum Pemberangkat Haji Ilegal

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.