Minggu, 22 September 2019

Ini Sapi Kurban Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Djarot Sri Sulistyo menyerahkan hewan qurban berupa sapi peranakan Ongole milik Presiden Joko Widodo kepada Masjid Istiqlal, 11 September 2016. TEMPO/Larissa

    Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Djarot Sri Sulistyo menyerahkan hewan qurban berupa sapi peranakan Ongole milik Presiden Joko Widodo kepada Masjid Istiqlal, 11 September 2016. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyambut Idul Adha 1437 Hijriah, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan hewan kurban ke Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad, 11 September 2016. kedua hewan kurban itu berupa sapi peranakan Ongole.

    Sapi milik Presiden yang berusia sembilan tahun tersebut diserahkan melalui Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Djarot Sri Sulistyo. "Sapi dari Presiden yang didatangkan berasal dari Jatirogo, Tuban, Jawa Timur, seberat 1,5 ton. Sapi ini lebih besar dari tahun lalu," kata Djarot di Masjid Istiqlal, Ahad, 11 September.

    Sedangkan hewan kurban dari Jusuf Kalla diserahkan oleh Kepala Bagian Perbendaharaan Wakil Presiden Purwono Prihantoro. Sapi milik Jusuf Kalla juga berasal dari Tuban, Jawa Timur, seberat 1.300 kilogram atau 1,3 ton dan berusia delapan tahun.

    Sapi peranakan Ongole yang juga sering disebut sapi PO merupakan sapi yang berasal dari sapi peranakan India. Sapi ini tergolong sapi jenis zebu atau sapi berpunuk. Ukurannya pun cenderung lebih besar ketimbang sapi lokal lain.

    Sebelum dibawa ke Istiqlal, kedua sapi tersebut sempat singgah di Peternakan Tapos, Depok, Jawa Barat. Penyerahan sapi secara simbolis baru dilaksanakan keesokan harinya dengan diwakili oleh salah satu menteri dalam Kabinet Kerja.

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, Jokowi tidak akan melaksanakan salat hari raya, baik itu Idul Fitri maupun Idul Adha, di Masjid Istiqlal. Rencananya Jokowi akan merayakan Idul Adha di Serang, Banten.

    Meskipun begitu, kata Djarot, Jokowi tetap menyumbangkan hewan kurban di 34 provinsi. "Presiden harus memastikan sapi yang disumbangkan harus yang terbesar dan terbaik di daerahnya masing-masing," kata Djarot.

    Menurut Djarot, banyak pihak yang menawarkan sapinya. Namun, Jokowi harus memastikan sapi tersebut dalam kondisi terbaik dan harga yang terjangkau. Djarot juga mengatakan, sejak beberapa tahun lalu, pihak kepresidenan tidak lagi mendatangkan sapi jenis limosin untuk disumbangkan di Masjid Istiqlal.

    "Sapi limosin memang besar, tapi dagingnya lebih sedikit. Lebih baik kami datangkan sapi lokal," kata Djarot. Djarot menjamin sapi kepresidenan dalam keadaan sehat.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe