Minggu, 22 September 2019

Dua TKI Asal Kupang yang Meninggal di Malaysia Dipulangkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 123rf.com

    123rf.com

    TEMPO.CO, Kupang - Dua tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur dipulangkan dalam keadaan tak bernyawa. Keduanya dikabarkan meninggal di Malaysia. Kedua jenazah asal Nusa Tenggara Timur itu dipulangkan ke daerahnya pada Sabtu, 10 September 2016.

    Korban pertama bernama Sepriana Toto, perempuan asal RT 23 RW 07 Kelurahan/Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Korban berangkat ke Malaysia pada 13 Agustus 2016 dan rencananya akan dipekerjakan di perkebunan sawit, tapi korban meninggal di Malaysia pada 1 September 2016.

    Sedangkan korban kedua adalah Siprianus Tukan, laki-laki asal Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Korban sudah bekerja 20 tahun di Malaysia. Terakhir bekerja sebagai buruh bangunan.

    Berdasarkan rilis Front Mahasiswa Nasional (FMN), Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (Kabar Bumi), dan Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) yang diterima Tempo, Minggu, 11 September 2016, bahwa informasi yang dihimpun menyebutkan Saprianus diperkirakan meninggal pada 1 September. Korban ditemukan sudah meninggal terbaring di tempat tidur dan ditutupi kain, dalam rumah penginapan pekerja bangunan sekitar pukul 12.00 siang waktu setempat pada 5 September 2016.

    Para tetangga yang menemukan korban awalnya curiga, karena mencium bau menyengat dari dalam kamar korban, sedangkan kamar dalam keadaan terkunci. Dalam kamar korban ditemukan darah yang sudah membeku, dan kamar dalam keadaan berantakan.

    Berdasarkan keterangan keponakan korban, Parlan, yang juga bekerja di Malaysia, perusahaan tempat korban bekerja hanya menanggung biaya pemulangan jenazah. Sedangkan asuransi tidak ditanggung, padahal korban sudah bekerja 20 tahun.

    Dari Januari 2016 hingga 10 September 2016, sudah 33 orang buruh migran Indonesia (BMI) asal Nusa Tenggara Timur yang dipulangkan dalam keadaan meninggal. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun 2015 yang mencapai 28 orang.
     
    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.