Warga Aceh Sambut Idul Adha dengan Tradisi Meugang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memadati pasar untuk membeli daging sapi di pasar daging tradisional Inpres Lhokseumawe, Aceh, 16 Juni 2015. Pada perayaan Meugang, diwajibkan seluruh warga Aceh untuk memasak dan menyantap daging bersama keluarga dan tetangga. ANTARA FOTO

    Warga memadati pasar untuk membeli daging sapi di pasar daging tradisional Inpres Lhokseumawe, Aceh, 16 Juni 2015. Pada perayaan Meugang, diwajibkan seluruh warga Aceh untuk memasak dan menyantap daging bersama keluarga dan tetangga. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Menyambut Hari Raya Idul Adha, tradisi meugang juga dirayakan warga di Banda Aceh dan Aceh umumnya. Pasar daging dadakan bermunculan, dan ramai dikunjungi warga. Meugang adalah tradisi makan daging menyambut hari raya yang turun-temurun di Aceh.

    Di pasar Ulee Kareng, warga ramai membeli daging sapi, juga bumbu masak. “Jualan daging sudah dari kemarin, kalau meugang selalu ramai,” kata Mukhlis, penjual daging, Ahad, 11 September 2016.

    Satu kilogram daging dihargai dengan Rp 120–140 ribu. Permintaannya lumayan, tapi tak sebanyak saat meugang menyambut Ramadan dan menyambut Idul Fitri.

    Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh Arifin Hamid permintaan daging di meugang Idul Adha tak banyak karena masyarakat nantinya juga mendapat daging kurban pada Hari Idul Adha. “Sehingga permintaan daging di pasaran sedikit menurun," kataya.

    Ketika meugang menyambut Ramadan dan Idul Fitri beberapa bulan lalu, permintaan daging melonjak. Harganya pun menembus angka Rp 160 ribu per kilogram.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.