KJRI Tangani 229 WNI yang Ditahan Otoritas Arab Saudi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah umat Muslim berjalan mengelilingi Kakbah saat melakukan ritual dalam menunaikan ibadah Haji yakni Tawaf di Mekkah, 4 September 2016. REUTERS

    Sejumlah umat Muslim berjalan mengelilingi Kakbah saat melakukan ritual dalam menunaikan ibadah Haji yakni Tawaf di Mekkah, 4 September 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, tengah menangani 229 warga negara Indonesia yang ditahan otoritas Arab Saudi. Mereka ditahan karena memasuki Mekah untuk menjalankan ibadah haji tanpa memiliki tasreh atau izin beribadah haji dari otoritas Saudi.

    "Kami akan memberikan bantuan yang sejalan dengan hukum di Saudi," kata Acting Konjen RI Jeddah, Dicky Yunus, dalam siaran pers yang diterima Tempo, Sabtu, 10 September 2016.

    Dicky yang juga Ketua Tim Perlindungan WNI KJRI Jeddah melanjutkan, WNI yang ditahan terdiri atas 155 perempuan, 59 laki-laki, dan 15 anak-anak. Adapun mereka ditangkap di dua penampungan gelap yang berbeda.

    Mereka diduga membayar sejumlah uang kepada sebuah sindikat yang mengatur perjalanan ibadah tersebut di Saudi, untuk mengikuti program haji yang ternyata ilegal.

    Menurut hukum yang berlaku di Saudi, 229 WNI itu dapat diancam dengan hukuman minimal enam bulan penjara, dan pencekalan masuk ke Arab Saudi selama sepuluh tahun. "Kami akan memastikan mereka ditahan di tempat yang layak, dan hak-hak hukum mereka dihormati," ujar Dicky.

    Pihak kepolisian setempat akan melakukan investigasi mendalam setelah pelaksanaan ibadah haji. Hukuman yang akan diberikan akan sangat bergantung pada berat atau tidaknya kesalahan yang dilakukan. "KJRI akan terus memantau penanganan kasus ini," ucap Dicky.

    Saat ini, seluruh WNI itu ditampung di rumah detensi imigrasi Tarhil Syumaisi yang berada di antara Jeddah dan Mekah. Pihak KJRI sudah mengunjungi para WNI dan menggali informasi penting dari mereka.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.