Buwas: 22 Lapas Terlibat Narkoba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNN Komjen Pol. Budi Waseso. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Kepala BNN Komjen Pol. Budi Waseso. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso atau Buwas mengatakan lembaga yang dipimpinnya telah mendeteksi 72 jaringan narkoba internasional. 48 di antaranya memanfaatkan 22 lembaga pemasyarakatan.

    Salah satu di antara jaringan tersebut, terhubung dengan terpidana mati Freddy Budiman. Tapi Buwas tak menyebut lapas mana saja yang dimanfaatkan oleh jaringan narkoba.

    Buwas mencontohkan BNN sempat salut dengan sistem keamanan Lapas Gunung Sindur. Menurut dia, terpidana kasus korupsi pajak Gayus Tambunan yang kerap bebas keluar masuk penjara saja sampai tak berkutik. "Gayus aja sampe minta ampun," kata Buwas dalam acara Sekolah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk calon kepala daerah, di Wisma Kinasih, Depok, Sabtu, 10 September 2016.

    Atas pertimbangan tersebut, gembong narkoba Freddy Budiman pun dipindahkan dari lapas Salemba ke lapas Gunung Sindur. Namun, prediksi Buwas meleset. "Sore kami pindahkan, besoknya sudah beraksi lagi," tuturnya.

    Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri ini menambahkan, Freddy mengendalikan narkoba dari dalam lapas dengan alat komunikasi. "Berarti ada yang masukin, dong (alat komunikasi)," ucapnya.

    Banyaknya lapas yang diduga dimanfaatkan jaringan narkoba tersebut, kata Buwas, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly pernah bicara padanya. "Pak Buwas jangan serang saya terus dong," katanya.

    Buwas menuturkan dia berupaya bekerja sama untuk mencegah penyebaran narkoba di dalam lapas. Terlebih, Presiden Joko Widodo telah menegaskan perang terhadap narkoba. "Lapas ini masalah kita, semua harus berbuat," ucapnya.

    AHMAD FAIZ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.