Minggu, 22 September 2019

Tarekat Naqsabandiyah Salat Idul Adha Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan umat Islam yang tergabung dalam Jamaah Tarekat Naqsabandiyah melakukan shalat Tarawih di sebuah mushola di Pasar Baru, Padang, Sumbar, Sabtu (6/7). ANTARA/Maril Gafur

    Ratusan umat Islam yang tergabung dalam Jamaah Tarekat Naqsabandiyah melakukan shalat Tarawih di sebuah mushola di Pasar Baru, Padang, Sumbar, Sabtu (6/7). ANTARA/Maril Gafur

    TEMPO.COPadang - Tarekat Naqsabandiyah menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1437 Hijriah pada Sabtu, 10 September 2016. Mereka salat id lebih cepat dari ketetapan pemerintah, yakni pada Senin, 12 September 2016.

    Pemimpin jemaah Tarekat Naqsabandiyah Sumatera Barat, Mursyid Syafri Malin Mudo, mengatakan penetapan Hari Raya Idul Adha berdasarkan kalender hisab munjid. Kalender ini bersumber dari kitab Munjid yang dipercayai jemaah tersebut sejak turun-menurun.

    "Berdasarkan penghitungan huruf bulan dan huruf tahun kalender hisab munjid, 10 Zulhijah 1437 jatuh pada hari ini," ujar Mursyid saat ditemui di Musala Baitul Makmur, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu, 10 September.

    Sebanyak 200 penganut Tarekat Naqsabandiyah mulai salat Idul Adha sekitar pukul 08.00 di Musala Baitul Makmur, Binuang Kampuang Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat. Jemaah berasal dari Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Solok Selatan. 

    Salat dipimpin langsung oleh Mursyid Syafri. Sedangkan yang menjadi khatib adalah Afrizal. Dia berkhotbah menggunakan bahasa Arab, yang isinya tentang persaudaraan umat Islam.

    Setelah melaksanakan salat id, jemaah tarekat memotong hewan kurban di halaman musala sekitar pukul 09.00. Ada tujuh ekor hewan kurban yang terdiri atas seekor sapi dan enam ekor kambing.

    "Kami menyediakan 200 kupon hewan korban yang dibagikan kepada jemaah tarekat dan masyarakat di sekitar musala ini," kata Sekretaris Tarekat Naqsabandiyah Kota Padang Edizon Revindo. 

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.