RSHS Bandung Tangani Bayi Kembar Dempet Asal Ciamis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi berkepala dua/kembar siam. ANTARA

    Ilustrasi bayi berkepala dua/kembar siam. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung kembali menangani bayi kembar siam dempet. Sepasang bayi perempuan itu asal Ciamis, Jawa Barat, kelahiran 4 Juli 2016. Anak pertama dari pasangan muda tersebut mengalami dempet di bagian perut hingga organ hati (lever) keduanya menyatu.

    Direktur Medik dan Keperawatan RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung, Nucky Nursjamsj Hidajat mengatakan, operasi pemisahan bayi tersebut akan dilakukan Oktober 2016. Rencana itu menyesuaikan usia bayi di umur tiga bulan dan berat badan keduanya yang harus lebih dari tujuh kilogram. "Normalnya operasi usia bayi 6 atau 9 bulan, kalau ada masalah darurat bisa operasi secepatnya," kata Nucky di rumah sakit, umat, 9 September 2016.

    Berat badan kedua bayi kembar dempet itu telah naik dari semula 5.400 gram menjadi 7.300 gram kini. Bayi tersebut anak pasangan S, 24 tahun, dengan G,18 tahun. Mereka belum menamai bayi mereka, sementara disebut bayi Gina 1 dan Gina 2. Pasangan muda itu punya riwayat anak kembar di keluarganya.

    Wakil Ketua tim operasi pemisahan bayi kembar dempet RSHS Bandung, Bustanul Arifin mengatakan, kedua bayi masing-masing memiliki hati namun saling menempel. Dinding perut dan dada juga menempel. Tim dokter sebelumnya berpengalaman menangani pemisahan tiga bayi kembar siam dempet, seperti bayi Wanda dan Wandi. "Hati bayi akan dipisahkan, ada sekat maupun tidak," ujarnya.

    Masalah utama pada operasi kali ini yaitu adanya salah satu bayi, yaitu Gina 1, yang mengalami kelainan jantung. Dokter bedah jantung anak RSHS Bandung, Rachmat Budi Kuswiyanto mengatakan, ada kebocoran bilik jantung dan penyempitan saluran darah dari bilik jantung sebelah kanan. Sementara jantung bayi Gina 2 tergolong normal. "Kelainan jantung itu kasusnya 1/1000 bayi hidup, bisa diatasi untuk normal kembali lewat operasi," kata Rachmat.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.