Pilkada DKI, Risma: Kalau Saya Berubah, Itu Takdir Tuhan!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (kiri) berjabat tangan dengan warga disela-sela peresmian posko pemenangan Risma-Wisnu di Surabaya, Jawa Timur, 2 November 2015. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Calon Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (kiri) berjabat tangan dengan warga disela-sela peresmian posko pemenangan Risma-Wisnu di Surabaya, Jawa Timur, 2 November 2015. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma mengatakan pada saatnya nanti dia akan bicara blakblakan seputar pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2016. Risma mengaku, dia tidak mau bicara soal itu sekarang karena dilarang beberapa pihak. Risma berujar sudah berkomitmen terhadap orang yang melarang itu untuk tidak berbicara pada siapa pun.

    Menurut Risma, bila perubahan itu terjadi, yang menurunkan perubahan itu adalah Tuhan dan sudah bukan ranah manusia lagi. “Adalah yang melarang (saya ngomong). Jika nanti ada perubahan, itu karena Tuhan, sudah bukan manusia lagi yang mengatur. Betul itu,” kata Risma kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat, 9 September 2016. “Intinya, itu sudah ngomong takdir."

    Risma menuturkan sering berkomunikasi dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Namun, Risma mengaku materi pembicaraannya dengan Mega bukan soal politik. Menurut Risma, dia diajari Mega soal penanganan bencana basah dan kering. Risma juga diajari persoalan makanan yang bisa menambah gizi, termasuk pada anak-anak. “Soal pilkada DKI Jakarta tidak ada (pembicaraan), dan tidak harus dibahas,” ujarnya.

    Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu juga mengaku mengenal baik Megawati. Bahkan, saat dia direkomendasikan untuk maju sebagai calon Wali Kota Surabaya periode kedua, Megawati sudah menyampaikan lebih dulu. Menurut Risma, saat itu dia tidak berupaya meminta agar rekomendasi Mega jatuh kepadanya. “Pas ke sana (rumah Mega) diomongin, pokoknya Mbak Risma saya kasih yang kedua (menjadi Wali Kota Surabaya). Itu betul memang aku enggak minta,” katanya.

    Soal pertemuannya dengan Megawati serta pimpinan media massa, Risma mengaku tidak tahu-menahu agenda itu. Megawati, kata Risma, hanya merasa kasihan dengan dia karena sering dikejar-kejar wartawan. “Jadi bukan dipertemukan, karena setelah saya ngajar tiba-tiba ada pimpinan media. Aku gak tahu,” katanya.

    Saat itu, Risma mengaku menjauh, sehingga tidak bicara apa-apa dengan Megawati maupun dengan pimpinan media. Ketika didesak lagi soal pilkada DKI Jakarta, Risma lagi-lagi hanya menyampaikan pada saatnya nanti akan blakblakan. “Nanti suatu saat aku akan bicara."

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.