Baru Diresmikan, Timsel KPU dan Bawaslu Atur Kode Etik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saldi Isra. TEMPO/Arie Basuki

    Saldi Isra. TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO.CO, Jakarta -- Tim Seleksi Komisioner Komisi Pemilihan Umum  dan Badan Pengawas Pemilu  RI periode 2017-2022 berencana membahas aturan internal yang harus dipatuhi setiap anggota.

    Aturan, atau kode etik diperlukan karena setiap anggota timsel yang sebelumnya bergerak secara individual kini bertanggung jawab kepada timsel.

    "Kami minggu depan akan sepakati kode etik. Ini (kode etiknya) hampir sama dengan tim seleksi sebelumnya tapi agak sedikit dimodifikasi," ujar Saldi Isra di gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Kamis, 8 September 2016.

    Saldi mengatakan kode etik itu diperlukan untuk menyeragamkan sikap setiap anggota. Pasalnya, sejumlah anggota timsel itu telah dikenal lama sebagai pengamat politik.

    "Dulu kami bisa individual berikan pendapat, tapi sekarang harus  dipertimbangkan karena kami adalah timsel," kata dia.

    Dia sempat mengatakan seluruh anggota timsel bisa mengusulkan nama untuk calon anggota penyelenggara pemilu. Namun, nama rekomendasi yang muncul pun tetap akan dibahas dan diputuskan seluruh anggota.

    Timsel yang dikukuhkan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 98/P tahun 2016 ini pun bersedia menyiapkan undangan untuk orang yang dianggap memiliki kompetensi untuk menjadi anggota KPU dan Bawaslu.

    Namun, semua peserta seleksi akan mengikuti proses yang sama. "Tidak ada juga jaminan. Semua harus tetap mengikuti persyaratan yang berlaku," kata dia.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.