Kisah Pembebasan Sofia, Mahasiswi Kedokteran yang Diculik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. TEMPO/Aris Andrianto

    Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. TEMPO/Aris Andrianto

    TEMPO.CO, Purwokerto - Salah satu penculik Sofia Nur Atalina, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, berhasil dibekuk oleh Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Polres Ciamis, Polres Cilacap, dan masyarakat sekitar.

    "Pelaku yang kami tangkap berinisial WB, sedangkan empat orang lainnya masih dalam pengejaran," kata Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Gidion Arif Setyawan kepada wartawan di Markas Polres Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis 8 September 2016. Sementara empat pelaku lainnya terdiri atas P, OO, D, dan W.

    Menurut Gidion, berdasarkan pengakuan WB, motif penculikan tersebut murni kriminal dengan sasaran diambil secara acak dan korban tidak mengenal mereka.

    Sofia, 21 tahun, mahasiswi semester V Fakultas Kedokteran Unsoed Purwokerto, diculik pada Rabu 7 September 2016 sekitar pukul 15.30. Sofia keluar dari kampusnya di Jalan Gumbreg, Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, dengan mengendarai mobil Honda Brio warna merah berpelat nomor R 9243 BK miliknya.

    Warga Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap itu, singgah ke tempat fotokopi di depan kampusnya. Tiba-tiba datang empat orang yang mengendarai mobil L300 bak terbuka, tiga orang di antaranya menghampiri Sofia dan langsung menyeretnya masuk ke mobil Honda Brio milik mahasiswi itu dan kabur ke arah selatan, sedangkan satu pelaku lainnya membawa mobil bak terbukanya ke arah utara.

    Sofia yang berkulit putih dan berkacamata itu, saat kejadian memakai kerudung warna cokelat, baju kotak-kotak warna cokelat, dan rok cokelat. Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Kedokteran Unsoed Endang Istanti setelah menerima informasi mengenai kejadian langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Sektor Purwokerto Timur.

    Ayah Sofia, Masruri mengatakan anaknya sempat menelepon pada hari Rabu, 7 September 2016, sekitar pukul 16.21, dan meminta agar dikirimi uang sebesar Rp 60 juta melalui rekeningnya karena baru mengalami kecelakaan.

    "Kami curiga karena suaranya seperti di bawah tekanan sehingga kami segera melapor ke Polres Cilacap. Ternyata Polres Banyumas juga telah bergerak," katanya.

    Menurut Kapolres Banyumas AKBP Gidion, berdasarkan pengakuan pelaku yang tertangkap, korban diikat dengan tali dan dibekap menggunakan kaos salah seorang pelaku. Sofia sempat dibawa penculiknya berputar-putar di wilayah Patikraja, Banyumas, kemudian menuju Sidareja, Cilacap, terus ke arah Bendungan Mangganti, kemudian Banjarsari dan Pangandaran.

    Petugas Kepolisian Sektor Kalipucang yang sedang patroli sempat menghadang Mobil Honda Brio milik korban di depan salah satu toko waralaba di Kalipucang, Pangandaran, tetapi lolos. Polisi yang dibantu tukang ojek segera mengejar mobil tersebut hingga akhirnya seorang tukang ojek dapat menghentikannya meskipun sepeda motornya terlindas oleh mobil.

    Keempat pelaku yang berada di dalam mobil Honda Brio mencoba melarikan diri ke arah Hutan Ciganjeng di wilayah Cipari, Kabupaten Pangandaran. Salah seorang di antaranya, WB, berhasil ditangkap warga dan anggota Polsek Kalipucang setelah kaki kanannya ditembak.

    Menurut Gidion, dari hasil penyelidikan, aksi penculikan tersebut didalangi oleh P yang merupakan residivis kasus pencurian dan kekerasan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.