Grup Sinar Mas Bangun PLTU 2 x 50 MW di Sulawesi Tenggara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memeriksa kondisi aliran listrik di gardu induk Pamona 275 KV di Area PLTA Poso Unit 2, Sulawesi Tengah, Senin (15/8). PT PLN (Persero) bisa melakukan penghematan sebesar Rp 373 miliar per tahun dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso berkapasitas 24 megawatt (MW) dimana penghematan tersebut berasal dari berkurangnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini digunakan untuk mengaliri listrik di daerah tersebut. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Pekerja memeriksa kondisi aliran listrik di gardu induk Pamona 275 KV di Area PLTA Poso Unit 2, Sulawesi Tengah, Senin (15/8). PT PLN (Persero) bisa melakukan penghematan sebesar Rp 373 miliar per tahun dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso berkapasitas 24 megawatt (MW) dimana penghematan tersebut berasal dari berkurangnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini digunakan untuk mengaliri listrik di daerah tersebut. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.COKendari – Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap IPP Kendari 3, yang berada di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dilakukan pada Kamis siang ini, 8 September 2016.

    PLTU berkapasitas 2 x 50 megawatt yang dibangun PT Dian Swastika Sentosa Power Kendari ini terletak di wilayah Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara. Proyek tersebut memiliki nilai investasi US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun. Proyek PLTU ini mendapat fasilitas pembiayaan dari China Development Bank Corporation sebesar US$ 150 juta. PT Dian Swastika merupakan anak perusahaan Sinarmas.

    Direktur Utama PT Dian, Otto, mengatakan proyek PLTU yang dibangun di atas lahan seluas 16,8 hektare ini diproyeksikan rampung pada 2019. Pembangkit tersebut diproyeksikan bakal mulai beroperasi secara komersial pada awal 2019.

    “Kami berharap pasokan listrik dari PLTU ini akan memperkuat jaringan listrik di wilayah Kendari dan sekitarnya. Beban puncak PLN saat ini mencapai 80 MW,” tuturnya.

    Perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Agus Bahagianto, menjelaskan, proyek PLTU IPP 3 Kendari ini merupakan bagian dari megaproyek 35 ribu MW, yang dicanangkan pemerintah Indonesia, dalam rangka meningkatkan rasio elektrisasi di seluruh Indonesia. Program ini merupakan salah satu perwujudan Nawacita pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

    Menurut Agus, pembangunan PLTU diharapkan bisa mendorong pembangunan dan pertumbuhan industri serta investasi yang membutuhkan pasokan listrik yang lebih besar.

    “Kapasitas yang tersedia bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembangunan, terutama menyediakan pasokan listrik masyarakat Sulawesi Tenggara,” ucapnya.

    Proyek PLTU Kendari ini merupakan IPP kedua milik PT Dian, setelah proyek sejenis di Sumatra Selatan sebesar 2 x 150 MW.

    PLTU ini nantinya akan memasok listrik kepada PLN selama 25 tahun berdasarkan perjanjian jual-beli. Setelah masa kerja sama itu berakhir, PLTU tersebut akan diserahkan kepada PLN.

    Acara ini dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Saleh Lasata, Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga, dan Kepala Satuan IPP PLN Hernadi Buhron.

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.