KA Tambahan Idul Adha Mulai Beroperasi Hari Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang kereta api tiba di Stasiun Senen, Jakarta, 2 Januari 2015. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Penumpang kereta api tiba di Stasiun Senen, Jakarta, 2 Januari 2015. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Kediri - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional 7 mengerahkan 10 kereta api tambahan menjelang pelaksanaan Idul Adha. Kereta api tersebut mulai beroperasi hari ini dengan penjualan tiket seperti biasa.

    Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Supriyanto mengatakan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha yang berlangsung pada Senin, 12 September 2016 diperkirakan akan dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian. Apalagi hari raya tersebut jatuh tepat pada hari Senin, menyambung libur panjang akhir pekan mulai Sabtu, Minggu, dan Senin.

    “Kami prediksi ada lonjakan penumpang,” kata Supriyanto kepada Tempo, Kamis, 8 September 2016.

    Untuk menampung calon penumpang pengguna jasa kereta api, Daop 7 mengerahkan 10 kereta api tambahan yang melintasi berbagai jalur atau rute perjalanan. Diantaranya adalah KA Argo Lawu jurusan Solo-Gambir, KA Argo Sindoro jurusan Semarang Tawang-Gambir, KA Argo Parahyangan jurusan Bandung-Gambir, KA KLB Ekonomi jurusan Surabaya Gubeng-Pasar Senen, KA Taksaka Malam jurusan Yogyakarta-Gambir, serta empat KA KLB Ekonomi jurusan Lempuyangan-Pasar Senen.

    Kereta api tambahan itu dijadwalkan mulai beroperasi pada hari ini, 8 September 2016 hingga 13 September 2016 atau satu hari setelah pelaksanaan Idul Adha.

    Supriyanto menegaskan tak ada syarat khusus untuk mendapatkan tiket kereta api. Masing-masing tiket kereta api bisa dibeli di seluruh jaringan PT KAI, seperti Indomaret, Alfamart, Kantor Pos, Pegadaian, dan KAI Access.

    Khusus untuk Daerah Operasional 7 Madiun, terdapat kereta api tambahan yang melintas dengan relasi Surabaya Gubeng-Pasarsenen dengan kelas ekonomi. Kereta api ini diklaim memiliki konsep baru yang lebih nyaman untuk jarak tempuh panjang dengan menampung 720 tempat duduk. Hanya saja, kereta api ini tak melintas setiap hari, melainkan hanya di tanggal 7, 9, dan 12 September 2016 saja. “Harga tiketnya hanya Rp 250 ribu,” kata Supriyanto.

    Kereta api tersebut berangkat dari Stasiun Gubeng Surabaya pada pukul 14.45 WIB dan berhenti di Stasiun Jombang pada pukul 15.44 WIB. Selanjutnya berhenti lagi di Kertosono pukul 16.00 WIB menuju Madiun pukul 17.02 WIB dan Stasiun Walikukun pukul 18.00 WIB. Perjalanan berikutnya menuju Stasiun Lempuyangan diperkirakan tiba pukul 20.09 WIB dan terakhir di Stasiun Pasar Senen Jakarta pada pukul 05.12 WIB.

    Demikian pula, untuk arah sebaliknya berangkat dari Pasar Senen pukul 17.00 WIB, Stasiun Lempuyangan pukul 02.10 WIB, Madiun 04.30 WIB, Kertosono pukul 05.46 WIB, dan terakhir Surabaya Gubeng pada pukul 07.06 WIB. Sehingga keseluruhan waktu tempuh kereta api tersebut dari Jakarta-Surabaya diperkirakan 14 jam.

    Meski tak ada ketentuan khusus dalam penjualan tiket kereta api tambahan tersebut, Supriyanto mengingatkan kepada calon penumpang agar mematuhi aturan pemesanan tiket. Selain menunjukkan kartu identitas calon penumpang, pemesanan tiket bisa dilakukan maksimal 12 jam sebelum pemberangkatan.

    Supriyanto memastikan dengan penambahan kereta api ini tidak ada satupun calon penumpang yang terlantar atau tak terangkut saat mudik Idul Adha nanti. Sebab selain 10 kereta tambahan di atas, Daop 7 masih mengoperasionalkan tiga kereta api regular, yakni KA Krakatau tujuan akhir Stasiun Merak Banten, KA Brantas tujuan Pasar Senen, dan KA Kahuripan jurusan Kiaracondong Bandung. Ketiga kereta api tersebut akan menampung 4.376 penumpang.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.