Cegah Virus Zika, Bandara Juanda Lakukan Pengkabutan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang mengamati layar infromasi penerbangan di terminal keberangkatan Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, 20 Februari 2016. ANTARA FOTO

    Sejumlah calon penumpang mengamati layar infromasi penerbangan di terminal keberangkatan Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, 20 Februari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.COSurabaya - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya melakukan pengkabutan di sekitar area Terminal 1 dan 2 Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Kamis dinihari, 8 September 2016. Pengkabutan dilakukan sebagai upaya pencegahan dan antisipasi penyebaran virus Zika. 

    "Pengkabutan dilakukan untuk membunuh nyamuk di sekitar wilayah area publik Terminal Bandara Juanda," kata Kepala Seksi Pengendalian Vektor KKP Kelas I Surabaya Mulyo Arianto hari ini. Menurut dia, penyebaran virus Zika sama seperti demam berdarah, yakni melalui nyamuk Aedes aegypti, yang hidup di Indonesia.

    Baca:
    Waspadai Penyebaran Virus Zika Lewat Air Mata 
    Jawa Barat Makin Waspadai Virus Zika, Ini Antisipasinya 
    Filipina Umumkan Kasus Zika Pertama

    Mulyo mengatakan pengkabutan itu berbeda dengan fogging (pengasapan). Menurut dia, dalam fogging, yang keluar lebih banyak asapnya dan hanya mampu bertahan lima menit. "Sedangkan pada pengkabutan, asapnya tidak begitu banyak, tapi mampu bertahan 15-20 menit," ujarnya.

    Pengkabutan dilakukan pada Kamis dinihari di lobi luar bandara, area parkir, dan area apron atau tempat parkir pesawat. Pemilihan waktu itu dilakukan agar kabut tidak terkena angin yang bercampur debu. "Supaya kabutnya bisa bertahan dan menyebar ke semua area bandara." 

    Pekan lalu, KKP telah memasang dua mesin pemindai suhu tubuh (thermoscanner) dan memberlakukan health alert card di Terminal 2 Bandara Juanda. Dalam waktu dekat, KKP berencana menambah thermoscanner. Sejauh ini KKP belum menemukan penumpang yang terjangkit virus Zika.

    Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membentuk tim reaksi cepat untuk menangani virus Zika. Tim reaksi cepat itu akan bersiaga selama 24 jam. "Tim ini adalah tim pengendalian penyakit menular," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso kepada Tempo di kantornya, Kamis pekan lalu.

    Tim reaksi cepat merupakan tim gabungan yang terdiri atas Dinas Kesehatan Jawa Timur, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan Rumah Sakit Dr Soetomo. Tim ini berpusat di kantor Dinas Kesehatan Jawa Timur.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.