Luhut: Tak Ada Masalah dengan Reklamasi Pulau G  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat menjadi inspektur upacara dalam perayaan HUT ke-71 RI oleh Kementerian Korodinator Bidang Kemaritiman di gedung BPPT, 17 Agustus 2016. ISTIMEWA

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat menjadi inspektur upacara dalam perayaan HUT ke-71 RI oleh Kementerian Korodinator Bidang Kemaritiman di gedung BPPT, 17 Agustus 2016. ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sebenarnya tak ada masalah dengan reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta. "Ini saya mau tinjau, nanti kami paparkan," kata Luhut di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Kamis, 8 September 2016.

    Menurut Luhut, tak ada masalah dengan proyek reklamasi yang kini tengah dibangun di Teluk Jakarta. "Nanti akan saya kumpulkan yang pro dan kontra, baru kita duduk bareng," kata dia. Saat itulah nanti menurut Luhut semua yang pro dan kontra bersama memaparkan seperti apa menurut mereka proses reklamasi ini. "Akan saya dengarkan," ujar dia.

    Proyek reklamasi Pulau G yang dikembangkan PT Muara Wisesa Samudra, anak usaha Agung Podomoro, dihentikan secara permanen oleh pendahulu Luhut, Rizal Ramli. Keputusan tersebut diambil pemerintah setelah bertemu Komite Bersama Reklamasi.

    Dalam keputusannya saat itu, Menteri Rizal Ramli mengatakan pembangunan tersebut harus dibatalkan lantaran Pulau G masuk ke kategori pelanggaran berat yang bakal mengancam lingkungan hidup, proyek vital strategis, pelabuhan, serta lalu lintas laut.

    Selain itu, Rizal menuturkan, nelayan akan kesulitan berlabuh ke Muara Angke, Jakarta Utara. Sebab, yang tadinya nelayan bisa lebih cepat mencapai Muara Angke, kini nelayan harus memutar dulu lewat daerah lain. "Jadi, perjalanan itu menghabiskan solar nelayan," kata Rizal.

    ODELIA SINAGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.