Mayat Guru TK di Gudang, Ini Kejanggalan Versi Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 123rf.com

    123rf.com

    TEMPO.CO, Blitar - Kepolisian Resor Blitar terus mengusut misteri kematian Ratmi Nurhayati, guru taman kanak-kanak di Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Dalam pengusutan kasus pembunuhan Ratmi, polisi juga memeriksa sejumlah kejanggalan.

    Kepala Polres Blitar Ajun Komisaris Slamet Waloya mengatakan kejanggalan dalam kematian Ratmi antara lain alasan Heri Sujatmiko, suami korban, membawa telepon genggam Ratmi ke tempat kerjanya pada hari itu, Rabu, 7 September 2016.

    Baca: Misteri Mayat Ratmi, Guru TK di Gudang, Apa Kata Polisi?

    Pada hari kematian Ratmi, menurut Slamet, ada pesan pendek yang menanyakan keberadaan korban yang dikirimkan ke ponsel Ratmi. "Karena Heri membawa ponsel tersebut, dia memutuskan pulang," ucap Slamet di kantornya, Kamis, 8 September 2016.

    Suprihatin, teman kerja Ratmi, mengakui ada pesan pendek yang dikirim wali murid ke ponsel Ratmi. Pesan itu menanyakan alasan korban tidak mengajar hari itu. Suprihatin pun mengaku didatangi Heri untuk diajak mencari Ratmi di rumahnya.

    Kepada polisi, Heri mengaku pulang ke rumah untuk mencari keberadaan istrinya. Pria yang bekerja sebagai pegawai koperasi ini mengaku pulang lantaran menerima pesan pendek dari teman istrinya yang menanyakan alasan korban tidak mengajar hari itu.

    Baca: Detik-detik Penemuan Mayat Ratmi, Guru TK di Dalam Gudang

    Heri bergegas ke sekolah tempat istrinya mengajar untuk mencari tahu keberadaan korban. Karena tak menemukan Ratmi, dia mencari ke rumah dengan ditemani rekan kerja korban, Suprihatin.

    Menurut pengakuan Heri, saat itu dia mendapati kondisi rumah dalam keadaan sepi, bahkan semua pintu tertutup rapat dan terkunci. Heri kemudian masuk melalui jendela kamar yang tak tertutup dan mencari ke dalam rumah.

    Saat itulah dia mendapati istrinya sudah meninggal. Suprihatin mengklaim berada di luar rumah saat Heri masuk melalui jendela. "Saya hanya mendengar Pak Heri berteriak dari dalam rumah," tuturnya.

    HERI TRI WARSONO

    Baca Juga
    Kenal Gatot Brajamusti, Apa yang Disyukuri Eddies Adelia?
    Cewek Disc Jockey Pakai Narkoba dan Simpan Senjata di Apartemen



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.