Khofifah Ungkap 1 Korban Prostitusi Online Anak Tertular PMS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 16 Februari 2016. Rapat tersebut membahas perlindungan kepada korban dan pengungsi kelompok Gafatar serta isu terkini terkait lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 16 Februari 2016. Rapat tersebut membahas perlindungan kepada korban dan pengungsi kelompok Gafatar serta isu terkini terkait lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan salah satu dari tujuh anak korban prostitusi online yang diamankan di hotel di Cipayung, Bogor, tertular Penyakit Menular Seksual (PMS). Anak tersebut kini sudah diobati.

    "Dari tes kesehatan diketahui satu dari tujuh anak itu memang harus mendapatkan obat dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati," kata Khofifah, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 7 September 2016.

    Hasil tes kesehatan itu didapat setelah para korban diperiksa dua kali di rumah sakit tersebut. Namun Khofifah enggan menyebut jenis PMS yang diidap korban tersebut.

    Khofifah mendapat informasi itu saat mengunjungi para korban di Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI, usai kasus prostitusi online anak itu terungkap. "Saya juga tanya apakah obat itu perlu dioles atau obat itu harus ditelan. Rupanya itu obat yang harus ditelan," tuturnya. Dia menambahkan untuk korban yang lain, dilakukan proses rehabilitasi.

    Baca: Heboh Prostitusi Anak, Siapa Saja Pelanggannya?  

    Ia menegaskan para korban yang merupakan anak-anak tersebut tidak ditahan, tetapi menjalani proses pemulihan. Hal itu, kata dia, dilakukan agar kondisinya sudah siap untuk reintegrasi sosial ketika kembali bersama keluarganya.

    Menurut Khofifah, para korban itu pasti mempunyai perasaan malu pada keluarganya setelah kasus prostitusi online itu terbongkar. Sebab, mereka tak ingin kondisinya itu diketahui keluarganya.

    Baca: Prostitusi Anak Online, Polisi: Ada Pelanggan dari Malaysia

    Hal ini, kata dia, terlihat dari penilaian selama menjalani terapi psikologi. Berdasarkan skor dari penilaian yang dilakukan, hasilnya menunjukkan kondisi psikologi mereka yang tergolong sedang, dalam, dan berat. "Jadi kalau skor 40 itu katanya berat, kalau skor 30 itu dalam, kalau skor 20 katanya sedang," kata Khofifah.

    Dari hasil penilaian tersebut, menurut Khofifah, ada salah satu anak yang membutuhkan surat izin dari sekolahnya untuk pindah sementara. "Jadi anak ini harus tetap sekolah, belajar-mengajar itu di tempat yang baru akan menjadi bagian dari psyko-sosial terapi," kata dia.

    AMIRULLAH

    Baca Juga: Temui Risma, Warga Yogya Jalan Pakai Egrang ke Surabaya

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.