Unggah Video Tolak Ahok, Mahasiswa UI Ditegur Rektorat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Potongan video Boby Febrik Sedianto, mahasiswa gema pembebasan UI untuk Tolak Ahok jadi pemimpin. facebook.com

    Potongan video Boby Febrik Sedianto, mahasiswa gema pembebasan UI untuk Tolak Ahok jadi pemimpin. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta -- Universitas Indonesia memberikan sanksi kepada mahasiswa yang merekam orasinya menolak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mahasiswa yang mengaku ikut organisasi Gerakan Mahasiswa Pembebasan itu diketahui bernama Boby Febry Sedianto, dari pascasarjana Fakultas Ilmu Keperawatan UI.

    "Mahasiswa yang bersangkutan telah memperoleh sanksi berupa teguran lisan oleh pihak fakultas dan telah dilakukan proses tanya jawab serta mediasi," kata Egia Etha Tarigan dari bagian Hubungan Masyarakat UI melalui pesan WhatsApp, Rabu, 7 September 2016.

    Dari upaya mediasi itu, kata Egia, Boby terlihat menyesal dan memahami kesalahannya. Salah satunya, dia bersedia mengajukan permohonan maaf secara terbuka.

    Egia menjelaskan UI sedang menelurusi organisasi Gerakan Mahasiswa Pembebasan. "Sudah dipastikan organisasi ini tidak terdaftar sebagai organisasi resmi di UI," ujar Egia.

    Karena itu Boby atau Gerakan Mahasiswa Pembebasan dinilai tidak punya hak menggunakan logo, atribut, dan nama UI. Video tolak Ahok yang dibuat Boby menjadi viral di media sosial.

    Di video berdurasi kurang lebih 1,5 menit itu, Boby menyatakan sebagai perwakilan dari Gema Pembebasan Universitas Indonesia dan menolak Ahok sebagai pemimpin Ibu Kota. Menurut Boby, Ahok yang bukan beragama Islam  tidak layak untuk dipilih. Dia menilai Ahok telah gagal memimpin Jakarta selama periode jabatannya.

    Boby  juga menyebut sederet kasus yang diduga melibatkan Ahok, seperti dugaan korupsi Rumah Sakit Sumber Waras hingga reklamasi pantai Jakarta Utara.

    Pengumuman pihak Universitas Indonesia bertanggal 6 September 2016 menyebutkan bahwa video yang diunggah Bobby ilegal. Pihak universitas mengatakan Bobby tak berhak untuk mengatasnamakan Universitas Indonesia.

    Boby lantas membuat surat bermaterai yang ditujukan kepada Rektor Universitas Indonesia. Dalam surat yang sudah tersebar itu, Boby menyatakan permohonan maaf serta penyesalannya kepada pihak kampus dan masyarakat luas. Dalam video tersebut Boby mengenakan jaket kuning almamater Universitas Indonesia, dan mengambil latar belakang Gedung Rektorat Kampus UI Depok.

    “Saya mengakui kekeliruan yang telah saya lakukan karena menggunakan properti UI tanpa izin pihak universitas dan isi orasi itu menyebabkan keresahan khususnya pada seluruh sivitas akademika Universitas Indonesia dan masyarakat pada umumnya,” tulis Boby dalam suratnya, Selasa, 6 September 2016.

    REZKI ALVIONITASARI | GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.