Boy Rafli: Teroris LH Jadi Penghubung Jaringan Bahrun Naim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KepalaBiro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto (kiri), bersama Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul memberikan keterangan pers seputar penangkapan terduga teroris di Palu dan Batam, 5 Agustus 2016. Tempo/Rezki A.

    KepalaBiro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto (kiri), bersama Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul memberikan keterangan pers seputar penangkapan terduga teroris di Palu dan Batam, 5 Agustus 2016. Tempo/Rezki A.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, mengatakan, tersangka teroris LH, yang merupakan anggota kelompok teroris Batam, memiliki peranan penting dalam membangun komunikasi dengan Bahrun Naim di Suriah.

    "Mereka punya peran penting juga dalam konteks sebagai menghubungkan juga dengan Bahrun Naim. Contact person juga yang ikut dalam menyiapkan bahan peledak. Jadi dia perannya sangat penting," ujar Boy Rafli Amar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rabu, 7 September 2016.

    Namun, Boy Rafli tidak dapat menjelaskan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap LH yang menjadi bawahan tersangka teroris Gigih Rahmat Dewa karena sedang menuju proses untuk disidangkan. "Bagaimana rencana mereka yang terkait dengan perusahaan-perusahaan tertentu belum bisa kami sampaikan," kata dia.

    Boy menambahkan, saat ini Tim Densus 88 juga sedang mencari beberapa orang yang teramasuk DPO kelompok Batam. Meski Gigih telah ditangkap, namun terkait rencana aksi teror dan jaringan kelompok Batam belum sepenuhnya didapatkan Densus 88.

    "Kalau nanti ada lagi DPO nanti kami sampaikan. Dia kan terbukanya tidak sekejap, ada tahapan-tahapan sebelum akhirnya terbuka lagi. Jadi tidak langsung jujur seperti kejahatan lain," ujar Boy Rafli.

    Pada 3 September lalu polisi menangkap seorang tersangka yang diduga anggota kelompok teroris Katibah Gonggong Rebus pimpinan Gigih Rahmat Dewa, berinisial LH. Penangkapan itu terjadi di warnet Maxxis Pertokoan Perumahan Fanindo, Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau sekitar pukul 10.45 WIB. Saat LH ditangkap, polisi menyita sebuah telepon genggam, 1 unit sepeda motor, dan sebuah dompet.

    Gigih Rahmat Dewa lebih dulu diciduk polisi pada 5 Agustus lalu. Dia membawa kelompok terorisme baru bernama Katibah Gonggong Rebus. Menurut polisi, mereka terhubung dengan jaringan Santoso alias Abu Wardah dan juga jaringan Bahrun Naim. Gigih dan Bahrun disebut-sebut oleh polisi merencanakan serangan ke Singapura.

    LH bersama kelompok Gigih Rahmat Dewa, LH berlatih i'dad di Batam menggunakan airsoft gun dan senapan angin untuk persiapan berangkat ke Suriah.

    DESTRIANITA | REZKY ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.