Temui Risma, Warga Yogya Jalan Pakai Egrang ke Surabaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yudi Karyono, warga Yogyakarta ini berjalan menggunakan egrang ke Surabaya untuk menemui Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini,  7 September 2015. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    Yudi Karyono, warga Yogyakarta ini berjalan menggunakan egrang ke Surabaya untuk menemui Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, 7 September 2015. TEMPO/MOHAMMAD SYARRAFAH

    TEMPO.CO, Surabaya -  Yudi Karyono, 53 tahun, dengan semangat berjalan dengan memakai egrang memasuki halaman Balai Kota Surabaya Rabu, 9 Agustus 2016. Ditemani Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) Jawa Timur beserta 20 pelajar Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, ia ingin bertemu Risma.

    “Saya ingin bertemu Bu Risma untuk menyampaikan pelestarian egrang sebagai permainan tradisional yang nyaris punah,” kata Yudi seusai menemui Risma di ruang kerjanya.

    Mbah Yudi-sapaan Yudi Karyono-mengatakan sudah menghadiahkan sepasang egrang buatannya kepada Risma. Harapannya, Risma bisa juga bisa melestarikan permainan tradisional itu karena sudah kalah dengan permainan modern. “Sudah kalah dengan gadget yang banyak diminati oleh anak-anak zaman sekarang,” katanya.

    Yudi menuturkan, sudah 26 hari dial berjalan menggunakan egrang dari kampung halamannya di Penembahan Yogyakarta. Ia rela berjalan jauh karena ingin menyampaikan visinya supaya Risma tetap menempati kursinya di Kota Surabaya, yaitu tetap menjadi Wali Kota Surabaya hingga lima tahun ke depannya. “Kan sudah enak di posisi itu. Semoga beliau selalu sehat dan diridhoi Allah,” tuturnya.

    Di ruang kerjanya itu, Risma menerima Mbah Yudi dan mendengarkan kisahnya selama perjalanan dari Yogyakarta menuju Surabaya. Bahkan, Risma mengapresiasi usaha Mbah Yudi yang berusaha melestarikan permainan tradisional. “Permainan tradisional itu bukan hanya egrang yang harus dilestarikan, banyak,” kata Risma.

    Risma juga berpesan selaku penerus bangsa, tidak boleh melupakan permainan tradisional. Oleh karena itu, Risma terus berkomitmen untuk melestarikan permainan tradisional di Kota Surabaya. “Jangan sampai melupakan permainan tradisional,” ucapnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.