Bocah 5 Tahun ini Jadi Pembaca Peta Buta Termuda MURI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peta observatorium antariksa Bosscha di Kupang. Dok. Tim ITB dari Dir.Obs Bosscha Mahasena Putra.

    Ilustrasi peta observatorium antariksa Bosscha di Kupang. Dok. Tim ITB dari Dir.Obs Bosscha Mahasena Putra.

    TEMPO.CO, Samarinda - Keistimewaan yang dimiliki Kiyoshi Natanel Yohansyah, 5 tahun, mungkin tak dimiliki anak-anak lain seusianya. Dia bisa menghafal 236 negara beserta bendera dan ibu kotanya. Atas prestasinya ini, Kiyoshi mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia.

    Putra kedua dari tiga bersaudara ini menyandang sebagai pembaca peta buta termuda di Indonesia. Dia mengalahkan pesaing sebelumnya yang menghafal 196 negara pada usia 5 tahun 4 bulan.

    Ayah Kiyoshi, Edy Yohansyah, 38 tahun, mengaku bangga dengan prestasi anaknya. Ia sama sekali tak mengetahui bakat tersembunyi putranya itu.

    "Saya sebenarnya tahu sejak usianya 1,5 tahun, tapi saya tak heran. Saya kaget, saat usianya menginjak 4,5 tahun, kemajuannya sangat pesat," kata Edy, Rabu, 7 September 2016.

    Tak hanya melihat bendera dan ibu kota negarannya, Jin Han, nama kecilnya, juga bisa menunjukkan lokasi negara dalam sebuah peta buta alias tanpa nama.

    Di sekolah, Kiyoshi berperilaku normal. Di kelas, Kiyoshi bermain layaknya anak-anak sekelasnya. Tak ada yang menonjol. Kiyoshi duduk di Taman Bermain dan Taman Kanak-kanak Kriaten Sunodia di Jalan Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur.

    "Sama seperti murid lain di sekolah. Hanya, kalau soal baca peta, dia melebihi yang lain," kata Selvy Kahimpong, Kepala Sekolah Kristen Sunodia.

    Putra pasangan Edy Yohansyah dan Viensca Viorynsia ini tak suka bermain game, seperti sang kakak. Di rumah, ucap Edy, dia lebih senang bermain puzzle peta, baik secara fisik maupun di handphone. "Tidak ada yang spesial. Makannya biasa saja, tak ada asupan khusus," ucap Edy.

    Kiyoshi menyandang sebagai pembaca peta buta termuda Indonesia pada 22 Agustus 2016, tepat pada hari ulang tahunnya kelima. Dia dianugerahi penghargaan ini karena memiliki kemampuan yang tak dimiliki bocah lain seusianya.

    Edy menuturkan perjalanan Kiyoshi meraih rekor MURI bermula saat dia mendaftarkan anaknya itu. Kiyoshi mendapat penghargaan setelah melalui tes di Jakarta. "Saya tak pernah mengajari secara khusus. Dia tertarik sendiri. Sejak lama, dia memang senang melihat peta," kata Edy. Kiyoshi mengaku bercita-cita menjadi astronaut.

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?