Dinkes DKI Telah Periksa Gerai Pizza Hut di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerai Pizza Hut diduga menggunakan bahan kedaluwarsa. FRANNOTO

    Gerai Pizza Hut diduga menggunakan bahan kedaluwarsa. FRANNOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto membenarkan pihaknya telah memeriksa puluhan gerai Pizza Hut. Pemeriksaan dilakukan di beberapa gerai Pizza Hut yang ada di lima wilayah di Jakarta. Setelah ditelusuri, Dinas Kesehatan tidak menemukan bahan baku makanan yang bermasalah, seperti kedaluwarsa.

    "Beberapa tempat sudah kami sudah periksa, baik-baik saja, tuh," kata Koesmedi kepada Tempo, Rabu, 7 September 2016.

    Pemeriksaan, kata Koesmedi, dilakukan tepat setelah terbitnya pemberitaan majalah Tempo edisi Senin, 5 September 2016. Ia mengaku langsung meminta stafnya turun ke lima wilayah di Jakarta. Namun, ia belum menerima laporan jumlah gerai yang telah diperiksa.

    Baca: Investigasi Majalah Tempo, "Ada Apa dengan Pizza?" Edisi 5-11 September 2016

    "Laporan mereka sampai saat ini baik-baik saja. Kami belum menerima laporan lengkapnya," kata Koesmedi.

    Sebelum muncul pemberitaan Tempo itu, Koesmedi mengakui pihaknya belum pernah memeriksa gerai Pizza Hut. Menurut dia, pemeriksaan soal mutu dan kualitas bahan makanan merupakan tugas dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Sedangkan Dinas Kesehatan hanya berwenang mengurus aturan ataupun regulasi.

    Berdasarkan penelusuran Tim Investigasi Tempo bersama BBC Indonesia, setidaknya tiga waralaba di Indonesia, yakni Pizza Hut, Pizza Hut Delivery (PHD), dan Marugame Udon, diduga pernah menggunakan bahan makanan kedaluwarsa lebih dari tiga tahun terakhir.

    Baca: Heboh Bahan Kedaluwarsa, Pizza Hut Belum Dipanggil Polisi

    Hal tersebut diperkuat dengan temuan dokumen yang berisi catatan perpanjangan masa kedaluwarsa bahan makanan yang digunakan. Dokumen itu bertuliskan logo Sriboga Food Group, satu divisi di bawah PT Sriboga Raturaya, induk usaha yang menjalankan tiga waralaba tersebut di Indonesia.

    Sesuai dengan bukti dan dokumen yang diperoleh, mereka diduga memperpanjang masa kedaluwarsa dengan cara menutup label asli pada bahan makanan, lalu menempelkan label baru yang sudah berganti masa kedaluwarsanya. Misalnya label tepung bonito, perasa, atau sari ikan di Marugame Udon.

    LARISSA HUDA

    Baca Juga:
    Pizza Hut Akui Tak Punya SOP Perpanjangan Masa Kedaluwarsa
    Heboh Soal Pizza: Inilah 3 Hal Aneh Sekaligus Merisaukan

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.