Uji Kelayakan Kepala BIN Berlangsung Terbuka-Tertutup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian berjabat tangan dengan Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan usai pelantikan Komjen Pol Tito Karnavian menjabat Kapolri di Istana Negara, Jakarta, 13 Juli 2016. Presiden Jokowi diminta melakukan reformasi di tubuh Polri. Tempo/Aditia Noviansyah

    Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian berjabat tangan dengan Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan usai pelantikan Komjen Pol Tito Karnavian menjabat Kapolri di Istana Negara, Jakarta, 13 Juli 2016. Presiden Jokowi diminta melakukan reformasi di tubuh Polri. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Komisi Intelijen Dewan Perwakilan Rakyat menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Acara ini disepakati berlangsung secara terbuka dan tertutup.

    Ketua Komisi Intelijen dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Abdul Kharis Almasyhari, mengatakan, sesuai dengan kesepakatan rapat Komisi I beberapa waktu lalu, disepakati sidang berlangsung tertutup. Namun ia mempersilakan Budi meminta penyampaian visi digelar secara terbuka.

    Baca: Budi Gunawan Jalani Uji Kelayakan Calon Kepala BIN di DPR

    "Kami mohon diperkenankan penyampaian visi dapat berlangsung terbuka," kata Budi di ruang sidang Komisi Intelijen, Gedung Nusantara II, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 7 September 2016. Untuk sesi penyampaian misi dan pendalaman materi, Budi meminta uji kelayakan berlangsung tertutup.

    Baca: Anggota Kompolnas: Presiden Berwenang Pilih Kepala BIN  

    Uji kelayakan dan kepatutan kali ini dihadiri 32 dari 54 anggota Komisi Intelijen. Sedangkan lima pemimpin Komisi hadir semua.

    Budi Gunawan dicalonkan Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BIN. Presiden telah mengirimkan surat kepada pimpinan DPR pada Jumat, 2 September lalu.

    AHMAD FAIZ

    Baca Juga:
    Misteri di Balik Curhat Risma kepada Mega
    12 Tahun Pembunuhan Munir, Ini Beberapa Keanehannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.