Video 'Tolak Ahok' Jadi Viral, Mahasiswa UI Minta Maaf  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Potongan video Boby Febrik Sedianto, mahasiswa gema pembebasan UI untuk Tolak Ahok jadi pemimpin. facebook.com

    Potongan video Boby Febrik Sedianto, mahasiswa gema pembebasan UI untuk Tolak Ahok jadi pemimpin. facebook.com

    TEMPO.COJakarta - Mahasiswa pascasarjana Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Boby Febry Sedianto, meminta maaf atas video orasinya yang menolak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Video tersebut menjadi viral dan ramai diperbincangkan di media sosial.

    Dalam surat bermeterai yang ditujukan kepada Rektor Universitas Indonesia yang telah tersebar itu, Boby menyatakan permohonan maaf serta penyesalannya kepada pihak kampus dan masyarakat luas. Dalam video tersebut, Boby mengenakan jaket kuning almamater Universitas Indonesia dan mengambil latar belakang Gedung Rektorat Kampus UI Depok.

    “Saya mengakui kekeliruan yang telah saya lakukan karena menggunakan properti UI tanpa izin pihak universitas dan isi orasi itu menyebabkan keresahan, khususnya terhadap seluruh civitas academica Universitas Indonesia, dan masyarakat pada umumnya,” demikian ditulis Boby dalam suratnya, Selasa, 6 September 2016.

    Dalam video berdurasi kurang-lebih 1,5 menit itu, Boby menyatakan dia merupakan perwakilan dari Gema Pembebasan Universitas Indonesia dan menolak Ahok sebagai pemimpin Ibu Kota. Menurut Boby, Ahok, yang bukan beragama Islam, tidak layak dipilih. Terlebih dia menilai Ahok telah gagal memimpin Jakarta selama periode jabatannya. Dia juga menyebutkan sederet kasus yang diduga melibatkan Ahok, dari dugaan korupsi Rumah Sakit Sumber Waras hingga reklamasi pantai utara Jakarta.

    Sebelumnya, pihak UI, lewat pengumuman bertanggal 6 September 2016, menyebutkan video yang diunggah Boby itu ilegal. Pihak universitas mengatakan Boby tak berhak mengatasnamakan Universitas Indonesia.

    Video itu disebut sebagai tindakan yang tidak mengindahkan etika kegiatan akademik pada umumnya dan tata tertib kehidupan kampus pada khususnya. "Video itu telah melanggar Ketetapan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia," demikian tulisan pernyataan tersebut.

    Pihak UI juga menyebut Gerakan Mahasiswa Pembebasan UI bukanlah lembaga resmi UI ataupun fakultas di kampus itu sehingga tidak diperkenankan menggunakan nama, logo, dan atribut UI.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.