Sebut Jokowi Petugas Partai, Ini Pembenaran Megawati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri didampingi Presiden Joko Widodo memukul gong tanda dibukanya Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan di Kemayoran, Jakarta, 10 Januari 2016. Rakernas ini sekaligus memperingati HUT PDIP yang ke-43. TEMPO/Amston Probel

    Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri didampingi Presiden Joko Widodo memukul gong tanda dibukanya Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan di Kemayoran, Jakarta, 10 Januari 2016. Rakernas ini sekaligus memperingati HUT PDIP yang ke-43. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CODepok - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan dia kerap dirisak oleh publik karena menyebut Presiden Joko Widodo sebagai petugas partai. Menurut dia, pihak yang merisaknya tidak memahami Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PDIP. 

    Mega menjelaskan, amanat kongres PDIP menyebutkan kader yang menjabat di partai dan pemerintah adalah petugas partai. Termasuk Megawati sendiri. "Saya ini petugas partai. Kebetulan saja saya terpilih sebagai ketua umum," katanya dalam acara sekolah calon kepala daerah PDIP di Wisma Kinasih, Depok, Selasa, 6 September 2016. 

    Megawati sempat bertanya kepada Presiden Jokowi saat dia dirisak publik. Sebab, ia merasa tidak dibela Jokowi. "De, kok tidak bela saya sih? Lah yang merekomendasikan kamu siapa toh?" ucapnya. 

    Presiden Republik Indonesia kelima ini berkali-kali menegaskan kepada para calon kepala daerah dari PDIP bahwa mereka juga adalah kader partai. "Kalian semua petugas partai, loh. Awas loh kalau tidak ngaku," ujarnya. 

    Dalam sambutannya, Megawati juga curhat terkait dengan seringnya dia dirisak di media. "Mau di-bully, kek, atau apa, saya bisa menahan. Saya diam saja, saya ikuti guyonnya," ucapnya.

    Mega menuturkan dia tetap terbuka pada kritik selama itu positif. "Kalau kritiknya membangun, saya beribu-ribu terima kasih," tuturnya. 

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.