Beri 'Kuliah' Politik, Megawati Sindir KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri membuka Sekolah Partai untuk Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dari PDI Perjuangan Gelombang II di Kinasih Resort Depok, Cilangkap, Depok, Jawa Barat, 6 September 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri membuka Sekolah Partai untuk Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dari PDI Perjuangan Gelombang II di Kinasih Resort Depok, Cilangkap, Depok, Jawa Barat, 6 September 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai Komisi Pemberantasan Korupsi akhir-akhir ini sering bermain politik. Padahal aturan tentang korupsi sudah jelas dan KPK tidak bisa keluar dari ranah hukum. 

    Dengan penilaiannya itu, Megawati meminta semua “warga” PDIP berhati-hati. Mereka diminta membaca aturan dengan saksama agar tidak terjerat kasus korupsi. "Tidak ada tafsirannya. Kalau tidak mengerti, tanya kepada ahli hukum," kata Megawati saat membuka sekolah partai di Wisma Kinasih, Depok, Selasa, 6 September 2016. 

    Presiden Republik Indonesia kelima ini mengisahkan, pernah ada yang mengadu kepadanya sambil menangis saat ditangkap KPK. Mega justru menyindirnya karena tidak taat pada aturan. "Kamu baca aturan enggak sih?" ucapnya. 

    Baca: Soal Mahar, Megawati Tegur Ahok di Depan Kader PDIP  

    Megawati menyinggung pula tentang operasi tangkap tangan yang belakangan sering dilakukan KPK. Dia berharap operasi semacam itu digunakan komisi antirasuah untuk mengungkap skandal korupsi yang bernilai besar. "(Yang OTT) duitnya piro sih? Yang ‘T’ (triliun) juga dong," ujarnya. 

    Beberapa hari lalu, KPK menggelar operasi tangkap tangan di Sumatera Selatan. Dalam operasi itu, KPK menangkap Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian atas dugaan menerima suap Rp 1 miliar. Sebelumnya, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, I Putu Sudiartana, ditangkap atas dugaan suap proyek jalan di Sumatera Barat.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.