Pizza Hut Akui Tak Punya SOP Perpanjangan Masa Kedaluwarsa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerai Pizza Hut diduga menggunakan bahan kedaluwarsa. FRANNOTO

    Gerai Pizza Hut diduga menggunakan bahan kedaluwarsa. FRANNOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - General Manager Pizza Hut Delivery Indonesia Andrias Chandra mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki atau menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) yang mengatur perpanjangan masa kedaluwarsa. Hal itu, menurut dia, sudah berlaku sejak dahulu.

    "Saya tidak tahu kalau yang di YUM (Pizza Hut Internasional) ada atau tidak SOP itu. Apa yang saya tahu, SOP di Indonesia tidak memperpanjang," ujar Andrias saat ditemui pewarta di Cold Storage Pizza Hut Indonesia, Bantargebang, Bekasi, Selasa, 6 September 2016.

    Saat ditanyai lebih lanjut soal SOP apa saja yang ada di Pizza Hut Indonesia terkait pengelolaan bahan pangan, Andrias kebingungan untuk menjelaskan secara detail. Ia sempat berujar tidak tahu SOP, tetapi tak lama kemudian ia mengatakan bahwa Sarimelati Kencana selaku induk Pizza Hut Indonesia tidak menerapkan perpanjangan masa kadaluwarsa.

    Baca: Rahasia Dapur di Balik Proses Investigasi Soal Pizza

    Hal senada disampaikan oleh Area Manager Pizza Hut Muhammad Haviz. Ketika ditemui di dapur gerai Pizza Hut cabang Tamini, ia mengatakan bahwa tidak ada perpanjangan masa kadaluwarsa bagi bahan makanan yang tersisa di dapur.

    Ia menuturkan apabila sisanya banyak, ada beberapa prosedur yang dilakukan. Untuk bahan pizza, kata dia, dibakar agar tidak bisa digunakan lagi. Sedangkan bumbu-bumbu masak, lanjut dia, langsung dibuang ke tempat sampah. "Kalau yang dibuang banyak, harus dijelaskan store manager alasannya apa," tuturnya.

    Berdasarkan pantauan Tempo saat mengunjungi dapur Pizza Hut cabang Tamini, setiap bahan makanan diberi label Make, Ready, dan Discard. Make adalah masa bahan dibuat, Ready masa bahan boleh dipakai, dan Discard adalah masa barang boleh dibuang.

    Baca: Heboh Bahan Kedaluwarsa, Pizza Hut Belum Dipanggil Polisi

    Tidak ada label perpanjangan masa kadaluwarsa yang tertampang di sana. Hal itu tak terkecuali bagi bahan makanan kering yang bungkusnya sudah dibuka. "Dan semua bahan makanan di sini baru. Kalau pas dicoba ternyata ada yang enggak beres, kemungkinan terbesar karena salah takaran," ujar Haviz.

    Pernyataan Haviz dan Andrias berbeda dengan pernyataan Chief Marketing Officer Pizza Hut Asia Pankaj Batra. Ia mengatakan bahwa Pizza Hut Indonesia pernah memperpanjang masa kadaluarsa seusai meminta izin produsen dan memeriksa kualitasnya di laboratorium.

    Sebagaimana diketahui, dugaan perkara penggunaan bahan kadaluwarsa oleh Pizza Hut Indonesia berawal dari investigasi Majalah Tempo yang mendapatkan sejumlah data dari mantan pegawai atau petinggi Pizza Hut. Berdasarkan data itu, terdapat 14 jenis bahan pangan usang yang ditengarai dipakai selama lebih dari tiga tahun sampai April lalu. Beberapa di antaranya adalah Carbonara Sauce Mix, Puff Pastry, dan Vegan Chicken Sausage.

    ISTMAN MP

    Baca Juga:
    Usut Kasus Marugame Udon, Polri Libatkan BPOM dan IPB
    Heboh Bahan Kedaluwarsa, Polisi: Ada Tepung Expired, Lalu...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.