Kendaraan Curian Jawa Timur Diduga 'Ditimbun' di Bangkalan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Dok. TEMPO/ Nickmatulhuda

    Ilustrasi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Dok. TEMPO/ Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Bangkalan - Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, diduga menjadi tempat “membuang” kendaraan hasil curian atau kendaraan bodong dari Surabaya. Dugaan itu diperkuat oleh hasil razia gabungan aparat Kepolisian Sektor Burneh, Polsek Tanah Merah, dan Polsek Tragah.

    Menurut Kepala Kepolisian Resor Bangkalan Ajun Komisaris Besar Anisullah M. Ridha, dalam razia gabungan yang dilakukan pada 3 September 2016, polisi mengamankan dua sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat.

    Anisullah mengatakan, dari pemberitaan media yang dibacanya, Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya juga menyebutkan kendaraan hasil curian dari Kota Surabaya dibawa ke Bangkalan.

    Itu sebabnya, Senin, 5 September 2016, Anisullah mengeluarkan instruksi untuk 17 kepala polsek yang ada di Bangkalan. Para kepala polsek diminta mengimbau masyarakat yang memiliki kendaraan bodong, khususnya sepeda motor, menyerahkannya kepada polisi. "Kami beri waktu dua minggu sejak instruksi diterbitkan," ucapnya, Selasa, 6 September 2016.

    Anisullah menjelaskan, dia sengaja mengeluarkan instruksi lebih awal karena polisi akan menggelar razia besar-besaran kendaraan bermotor di seluruh Bangkalan seusai hari raya Idul Adha.

    Bila ada warga yang terjaring razia menggunakan sepeda motor bodong, Anisullah memastikan akan dijerat Pasal 340 KUHP tentang menampung barang hasil curian atau melakukan penadahan. "Sekalipun sepeda motornya didapat dengan membeli, pemilik tetap terkena pasal sebagai penampung karena kendaraannya bodong," ujar Anisullah.

    Anisullah meminta warga secara sukarela menyerahkan kendaraan bodongnya sebelum razia digelar. Dia menjamin tidak ada proses hukum bila menyerahkan dengan sukarela. "Saya jamin tidak akan dipidana," tuturnya.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, kendaraan bodong marak beredar di pedesaan terpencil di Bangkalan. Harganya Rp 2-3 per unit. Salah seorang warga yang memiliki kendaraan bodong, NN, mengaku satu di antara dua sepeda motor miliknya adalah bodong. "Kalau mau ke Surabaya, saya pakai yang resmi. Kalau buat sehari-hari, saya pakai yang bodong," katanya.

    Pasar gelap sepeda motor bodong di Bangkalan, ucap NN, tumbuh subur. Selain harganya yang murah, rata-rata sepeda motor bodong yang dijual merupakan keluaran terbaru. "Lihat saja di jalan-jalan di desa, tidak ada orang yang mengendarai sepeda motor jelek. Tapi jangan tertipu, saya yakin banyak yang bodong," ujarnya.

    MUSTHOFA BISRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.