Gudang Balaraja Berisi 42 Juta Butir Obat Ilegal Digeledah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K. Lukito dan Wakil Kepala Bareskrim Irjen Antam Novambar merilis hasil temuan sekitar 42 juta butir obat ilegal di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 6 September 2016. TEMPO/Arkhe

    Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K. Lukito dan Wakil Kepala Bareskrim Irjen Antam Novambar merilis hasil temuan sekitar 42 juta butir obat ilegal di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 6 September 2016. TEMPO/Arkhe

    TEMPO.COJakarta - Badan Reserse Kriminal Mabes Polri serta Badan Pengawas Obat dan Makanan menggeledah lima gudang yang memuat 42 juta butir obat ilegal dan obat palsu. Penggeledahan dilakukan di gudang penyimpanan di Kompleks Pergudangan Surya Balaraja, Jalan Serang KM 28, Balaraja, Banten.

    Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan operasi ini adalah operasi gabungan hasil pengembangan dari adanya penyalahgunaan obat Carnophen ilegal di Jakarta. "Temuan didominasi obat yang sering disalahgunakan untuk menimbulkan efek halusinasi," katanya di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 6 September 2016.

    Baca:
    Polisi Bongkar Penjualan Obat Kedaluwarsa di Pasar Pramuka 
    356.509 Produk Ilegal Senilai Rp 18 Miliar Dimusnahkan 
    Polri-BPOM Bekerja Sama Ungkap Kasus Makanan dan Obat Ilegal

    Penny menjelaskan, dari lima gudang obat ilegal di Balaraja, Banten, petugas menemukan alat produksi ilegal, seperti mixer, mesin pencetak tablet, mesin penyalut (coating), mesin stripping, dan mesin filling.

    Bukan hanya itu, petugas juga menemukan bahan baku obat, bahan kemasan, produk obat jadi, dan obat tradisional berbahan kimia. "Nilainya diperkirakan Rp 30 miliar," ucapnya.

    Wakil Kepala Bareskrim Inspektur Jenderal Antam Novambar mengatakan penggerebekan pada Jumat 2 September 2016 ini merupakan hasil pemeriksaan sejak 8 bulan lalu. Sumbernya dari informasi penggunaan obat ilegal yang memicu tindak kriminal di beberapa daerah, seperti di Kalimantan. "Kami masih akan kembangkan dan perdalam," katanya.

    Penny mengklaim temuan ini berskala besar. Ia berharap masyarakat bisa cerdas dalam memilih obat yang dikonsumsi dengan mengecek izin edarnya dan membeli di gerai resmi. "Pastikan kemasan dalam kondisi baik, memiliki izin edar, dan tidak melewati masa kedaluwarsa," tuturnya.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.