Setelah Mengikuti KTT G-20, Presiden Lanjut ke KTT ASEAN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo dan ibu negara Iriana Widodo berbincang dengan Executive Chairman Alibaba Group, Jack Ma (tengah) di kampus Xixi di Hangzhou, Zhejiang, Cina, 2 September 2016. Sebelum menghadiri KTT G20, Jokowi menyempatkan berkunjung ke markas Alibaba Group sebagai upaya memperluas kerja sama di bidang ekonomi. China Daily/via REUTERS

    Presiden Joko Widodo dan ibu negara Iriana Widodo berbincang dengan Executive Chairman Alibaba Group, Jack Ma (tengah) di kampus Xixi di Hangzhou, Zhejiang, Cina, 2 September 2016. Sebelum menghadiri KTT G20, Jokowi menyempatkan berkunjung ke markas Alibaba Group sebagai upaya memperluas kerja sama di bidang ekonomi. China Daily/via REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo mengikuti dua konferensi tingkat tinggi pada pekan ini. Setelah mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Hangzhou, Cina, hari ini, Jokowi akan lanjut mengikuti KTT ASEAN ke-28 di Vientiane, Laos.

    "Presiden Joko Widodo bertolak ke Laos melalui Bandara Internasional Hangzhou Xiaoshan menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1 pukul 19.25 waktu setempat," kata Kepala Biro Pers Istana Kepresidenan Bey Machmudin, Senin, 5 September 2016.

    Bey melanjutkan, sejumlah pejabat yang turut menyertai Presiden Joko Widodo ke Laos adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Darmansyah Djumala, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Hadi Tjahjanto, Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andri Hadi, Staf Khusus Presiden Johan Budi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono.

    Belum diketahui agenda apa saja yang akan diikuti Presiden di Laos. Pada KTT G-20, dia menjadi pembicara untuk empat sesi. Presiden menyampaikan berbagai hal, dari ekonomi inklusif, terorisme, antikorupsi, perdagangan multilateral, hingga agenda pembangunan berkelanjutan 2030.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.