Tito Klarifikasi Pertemuan Perwira Polisi dengan Pengusaha

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian (kiri) bersama Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Lemdikpol) Syafruddin saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 5 September 2016. Rapat ini membahas pelaksanaan tugas dan fungsi Polri, penanganan kasus terorisme, realisasi 11 program prioritas dan 10 komitmen Polri serta realisasi anggaran semester 1 tahun 2016 dan temuan BPK RI. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian (kiri) bersama Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Lemdikpol) Syafruddin saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 5 September 2016. Rapat ini membahas pelaksanaan tugas dan fungsi Polri, penanganan kasus terorisme, realisasi 11 program prioritas dan 10 komitmen Polri serta realisasi anggaran semester 1 tahun 2016 dan temuan BPK RI. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan beredarnya foto pejabat kepolisian bersama beberapa pengusaha di Riau tidak berhubungan dengan terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan terhadap 15 perusahaan dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.

    "Bahasa kongkow cenderung ada persekongkolan. Kapolda Riau sudah mengatakan tak ada hubungannya dengan SP3," kata Tito setelah rapat kerja bersama Komisi III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 5 September 2016.

    Sebelumnya, beredar dua foto yang menunjukkan tiga petinggi Polda Riau bersama bos perusahaan yabg diduga membakar lahan yaitu PT APSL. Foto ini beredar luas di media sosial. Organisasi Publik Melawan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) curiga ada main mata antara polisi dan pengusaha.

    Tito membantah. Dia bercerita saat itu dia menugaskan bawahannya dari Direktorat Kriminal Umum untuk mengecek pemeriksaan pasca-kerusuhan Meranti, Riau. Dalam
    perjalanannya, mereka bertemu dengan teman seangkatan, yang menjabat Kepala Polresta Pekanbaru. "Mereka diskusi di satu tempat di restoran," kata dia.

    Secara kebetulan, Tito melanjutkan, mereka bertemu dengan pemilik hotel dan berbincang lalu difoto. "Yang difoto itu tidak ada kaitan dengan 15 perusahaan," kata dia.

    Meskipun begitu, dia mengatakan satu orang dari mereka adalah pengusaha perkebunan sawit. "Tapi tidak ada kaitannya sama sekali," kata dia. Tito mengatakan kejadian ini masih dalam pendalaman oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.