Sebelum Disembelih, Hewan Kurban Dibawa ke 'Salon'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dari Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban Sapi di tempat penjualan hewan kurban di kawasan Tanah Abang, Jakarta, 10 September 2015. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menyambut idul Adha 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Petugas dari Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban Sapi di tempat penjualan hewan kurban di kawasan Tanah Abang, Jakarta, 10 September 2015. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menyambut idul Adha 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Madiun - Pedagang sapi dan kambing di wilayah Madiun dan sekitarnya berusaha menaikkan nilai jual hewan tersebut saat menjelang Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah, yang jatuh pada Senin pekan depan. Salah satu cara yang dilakukan adalah memanfaatkan jasa “salon sapi dan kambing” keliling.

    Di salon, sapi dan kambing bisa dirias pada tanduk dan kukunya. Bagian tubuh ini dipotong, dirapikan, dan dibersihkan. "Biar lebih menarik pembeli," kata Jumali, seorang pedagang sapi, saat ditemui di Pasar Hewan Kota Madiun, Jawa Timur, Senin, 5 September 2016.

    Menurut dia, setelah tanduk dan kuku rapi, harga jual hewan kurban ikut terdongkrak. Jika dibandingkan dengan sapi dan kambing yang belum masuk salon, selisih harganya berkisar Rp 200-500 ribu per ekor.

    Untuk seekor sapi ukuran sedang yang telah dirias, Jumali menawarkan dengan harga Rp 13,2 juta. Sedangkan harga sapi ukuran dan umur seimbang yang belum dipotong kuku dan tanduknya hanya Rp 12,7 juta. "Karena (sapi yang telah dirias) penampilannya lebih bagus," ujar pria asal Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, ini.

    Ngasimin, perias sapi dan kambing, mengatakan permintaan merapikan tanduk dan kuku hewan tidak mengalami kenaikan signifikan saat menjelang Idul Adha tahun ini. Menurut dia, dalam sehari rata-rata sepuluh ekor sapi dan kambing diriasnya di tempat berbeda.

    Ngasimin menjalankan usaha itu di lima pasar hewan yang berada di wilayah Kota Madiun, Magetan, dan Ponorogo. Para pengguna jasanya ditarik tarif Rp 50 ribu untuk merapikan tanduk dan kuku seekor sapi. Sedangkan per ekor kambing bertarif Rp 20 ribu. "Yang dirias bisa tanduknya saja atau kukunya saja," kata Ngasimin.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.