Dalam KTT G-20, Jokowi: Contohlah Indonesia Soal Antikorupsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat tiba dalam acara KTT G20 di Hangzhou Exhibition Center, Hangzhou, Cina, September 4, 2016. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi pembicara utama sesi 2 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. REUTERS/Etienne Oliveau/Pool

    Presiden Joko Widodo saat tiba dalam acara KTT G20 di Hangzhou Exhibition Center, Hangzhou, Cina, September 4, 2016. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi pembicara utama sesi 2 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. REUTERS/Etienne Oliveau/Pool

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo menyampaikan banyak hal dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi G-20, Hangzhou, Cina, Senin, 5 September 2016. Setelah menyampaikan ide tentang sistem perpajakan internasional, pria asal Solo itu menyampaikan soal kerja sama di bidang pemberantasan korupsi.

    "Saya percaya G-20 harus memperkuat kerja sama terkait dengan antikorupsi juga," ujar Presiden saat menjadi pembicara sesi kedua KTT G-20. Jokowi melanjutkan, Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara anggota G-20 yang aktif memerangi korupsi. Sebab, Indonesia aktif melakukan berbagai upaya untuk memerangi korupsi.

    Beberapa upaya itu, kata Presiden, antara lain peningkatan transparansi di sektor swasta agar tak ada lagi praktek-praktek kotor. Selain itu, sosialisasi secara rutin untuk membangun nilai-nilai antikorupsi di kalangan masyarakat.

    Sebagai catatan, isu antikorupsi kerap disinggung dalam KTT G-20 beberapa tahun terakhir. Dalam KTT tahun ini, Cina sebagai tuan rumah pun berupaya mendorong semangat antikorupsi internasional ke tingkat yang lebih baik.

    Dalam kurang-lebih tiga tahun terakhir, Cina telah menjalani hubungan kerja sama antikorupsi dengan 89 negara, salah satunya Indonesia. Hal itu terwujud dalam bentuk 44 perjanjian ekstradisi serta 57 perjanjian bantuan pidana dan peradilan.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.