Pengelolaan Haji Jabar Sebaiknya Dikelola Pemprov  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dengan  otonomi biaya pelaksanaan ibadah haji yang perlu dikeluarkan oleh setiap jemaah bisa dikurangi.

    Dengan otonomi biaya pelaksanaan ibadah haji yang perlu dikeluarkan oleh setiap jemaah bisa dikurangi.

    INFO JABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengungkapkan idenya agar pengelolaan haji di Jawa Barat diserahkan ke Pemprov Jawa Barat. Alasannya karena jumlah jemaah haji asal Jabar meningkat setiap tahun.  Jumlah jemaah haji asal Jabar  tahun ini mencapai 30.088 orang.

    "Ke depan  ada baiknya jemaah haji Jawa Barat ini diurus langsung oleh Provinsi Jawa Barat dengan Kementerian Agama wilayah Jawa Barat. Karena kan paling besar jumlahnya," kata Deddy saat melepas  keberangkatan jemaah haji Kloter 65 Jawa Barat di Embarkasi Haji Jakarta-Bekasi, Kota Bekasi, Sabtu, 3 September. Kloter 65 terdiri dari 443 orang jemaah haji asal   Sukabumi, Karawang, dan Kota Bogor.

    Menurut Deddy, besarnya antusiasme warga mendaftar haji setiap tahun itu berkorelasi dengan uang yang tersimpan di bank syariah tertertu. Ketika masa menunggu sampai bisa berangkat haji,  nilai ulang yang   besar  tersebut bisa terlebih dahulu dimanfaatkan untuk pembangunan dan program kemaslahatan umat lainnya.

    "Kalau uangnya dikumpulin di Jawa Barat, uang jemaah haji yang 15 tahun nunggu bisa banyak sekali kan. Bisa digunakan untuk membangun infrastruktur segala macem," ujar Deddy yang bertugas menjadi Amirul Hajj untuk jemaah haji Provinsi Jawa Barat 2016 M/1437 H. Deddy  akan berangkat beserta istri, R. Giselawati Mizwar dengan kloter 66, kloter terakhir jemaah haji Jawa Barat pada Senin, 5 September 2016.

    Dengan pengelolaan oleh Pemprov, lanjut Deddy, saat berangkat nanti mungkin 75 persen atau 50 persen bisa dikembalikan lagi uangnya ke setiap jemaah.  Karena kalau 15 tahun (masa menunggu) uang itu disimpan di bank berapa itu bagi hasilnya, kalau disimpan di Jawa Barat mungkin bisa untuk memberikan kredit UKM, membangun infrastruktur dengan pinjaman yang lunak dengan uang yang terkumpul sekian triliun.

    "Dengan semangat otonomi untuk pelaksanaan dan pengelolaan ibadah haji, maka biaya pelaksanaan ibadah haji yang perlu dikeluarkan oleh setiap jemaah bisa dikurangi alias tidak mahal, " kata Deddy.

    Ditambahkan juga bahwa  jumlah jemaah haji  yang cukup besar seharusnya,   tempat penginapannya, tidak jauh dari Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Sekarang ini dengan sekitar 200 ribu jemaah, jaraknya sekitar 2,5 km. "Sementara Malaysia cuman 25 ribu jemaah itu dekat dengan Masjidil Haram penginapannya,"  katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.