Sempat Padam Diguyur Hujan, Titik Api Kembali Muncul di Riau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Api membakar pepohonan dan semak belukar ketika terjadi kebakaran lahan di Desa Kualu, Kampar, Riau, 14 Agustus 2016. Sejak sepekan terakhir titik panas (hot spot) di Provinsi Riau terus mengalami peningkatan. ANTARA FOTO

    Api membakar pepohonan dan semak belukar ketika terjadi kebakaran lahan di Desa Kualu, Kampar, Riau, 14 Agustus 2016. Sejak sepekan terakhir titik panas (hot spot) di Provinsi Riau terus mengalami peningkatan. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Setelah sempat padam beberapa hari, titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan kembali muncul di Riau. Satelit Tera dan Aqua memantau 14 titik panas di sejumlah wilayah.

    "Tingkat kepercayaan titik panas menjadi titik api di atas 70 persen atau empat titik api," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Sugarin, Ahad, 4 September 2016.

    Adapun penyebaran titik panas terdeteksi di Rokan Hulu 5 titik, Indragiri Hilir 3 titik, Pelalawan 2 titik, Bengkalis 1 titik, Kampar 1 titik, Rolan Hilir 1 titik, dan Siak 1 titik.

    Menurut Sugarin, pada umumnya cuaca di wilayah Riau cerah hingga berawan. Potensi hujan ringan hingga sedang disertai petir dan angin kencang yang bersifat lokal diperkirakan terjadi di hampir sebagian besar wilayah Riau pada pagi, siang, dan malam hari. "Temperatur maksimum 31,5-34,5 derajat Celsius," ujarnya.

    Bukan hanya Riau, titik panas juga terpantau di sejumlah wilayah Sumatera, seperti Lampung 6 titik, Sumatera Barat 5 titik, Sumatera Selatan 3 titik, Sumatera Utara 2 titik, dan Bangka Belitung 1 titik.

    Meski demikian, titik panas yang muncul di Riau belum mengganggu kualitas udara. Jarak pandang di sejumlah wilayah relatif baik, seperti si Pekanbaru jarak pandang mencapai 10 kilometer, Pelalawan 9 kilometer, Rengat 8 kilometer, dan Dumai 7 kilometer.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.