Nilai Matematika Nol, Siswa SMA di Bandung Tak Naik Kelas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • freepicturesweb.com

    freepicturesweb.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang siswa sekolah menengah atas negeri di Bandung tidak naik kelas lantaran mendapat satu nilai nol untuk mata pelajaran matematika di rapornya. Orang tua siswa tersebut protes dan berencana mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia. "Ada hak-hak anak yang dizalimi," kata Danny Daud Setiana, orang tua siswa tersebut, di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Ahad, 4 September 2016.

    Daud menjelaskan, anaknya akhir-akhir ini sakit di bagian mata sehingga lambat mengumpulkan tugas, termasuk tugas kelompok matematika. Padahal, kata Daud, anaknya termasuk berprestasi karena pernah mewakili sekolahnya dalam olimpiade biologi tingkat wilayah Kota Bandung.

    Daud menilai perilaku anaknya di sekolah hampir sama dengan siswa lain. Hanya, anaknya itu lebih pendiam sehingga terasing dari teman-temannya.

    Daud sudah mengajukan protes ke sekolah dan meminta anaknya diberi kesempatan untuk memperbaiki nilai. Namun permintaannya itu tidak ditanggapi. "Jawabannya, ini sudah hasil rapat dewan guru. Itu adalah ketetapan, tidak bisa diubah lagi," kata Daud.

    Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia, Retno Listyarti, menduga ada unsur kelalaian guru matematika, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta kepala sekolah dalam pemberian nilai nol kepada anak tersebut. "Tidak mungkin siswa memperoleh nilai nol di rapor," kata Retno. Sebab, menurut dia, ketentuan penilaian rapor dalam kurikulum 2013 adalah nilai semester ganjil dan genap diakumulasikan, sehingga muncul nilai semester akhir.

    Retno berpendapat, guru yang memberi nilai nol sehingga anak tidak naik kelas termasuk tindakan kekerasan psikis terhadap anak. Hal itu diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. "Setelah menganalisis kejadian ini, pemberian nilai nol ini sangat memprihatinkan dan mencemarkan nama baik guru Indonesia."

    Dia menduga terjadi kesalahan dalam proses dan sistem pengolahan nilai. Retno meminta Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Inspektorat Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat turun tangan menuntaskan hal ini.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.