Pesantren Modern Perkenalkan Nilai Indonesia  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejak awal menanamkan dan memperkokoh pilar-pilar kehidupan di masyarakat termasuk masalah nilai Indonesia.

    Sejak awal menanamkan dan memperkokoh pilar-pilar kehidupan di masyarakat termasuk masalah nilai Indonesia.

    INFO MPR - Di hadapan sebelas ribu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor,  dalam acara Reuni Akbar dan 90 Tahun Pondok Gontor, di Ponorogo, Jawa Timur, 3 September 2016, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, sejak dahulu Pondok Gontor memperkenalkan nilai Indonesia kepada para santri-santrinya.

    Bukti dari Pondok Gontor memperkenalkan keIndonesiaan bisa disimak dari lagu Hymne Pondok Gontor, di mana dalam hymne itu menyebut 3 ibu. Tiga ibu itu adalah, ibu biologis, ibu pertiwi Indonesia, dan ibu pengasuhan dan pendidikan pondok Gontor. “Pesantren ini mengenalkan nilai-nilai kejuangan,” ujarnya.

    Lebih lanjut dikatakan, Pondok Gontor sejak awal menanamkan dan memperkokoh pilar-pilar kehidupan di masyarakat termasuk masalah keIndonesiaan. “Semua pelajaran yang diberikan di Pondok Gontor semua mengarah pada masalah keummatan, keIndonesiaan, dan kemodernan,” paparnya. Gontor menurutnya mengajarkan nilai-nilai kejuangan untuk bisa memberi solusi. “Solusi itu bisa dijadikan usaha untuk menyelamatkan Indonesia.”

    Dalam acara yang dihadiri tokoh-tokoh bangsa alumni Gontor itu, Hidayat Nur Wahid mengatakan bangsa ini sedang menghadapi globalisasi. Menurut Hidayat Nur Wahid, globalisasi bisa dilawan oleh alumni Pondok Gontor yang tersebar di mana-mana dan menjadi profesi apapun dengan cara mengangkat nilai-nilai lokal secara bersama-sama.

    Dikatakan begitu banyak potensi yang ada di masyarakat yang dipegang oleh alumni Gontor. “Alumni Gontor harus bisa memaksimalkan nilai-nilai lokal,” ujarnya. “Dengan demikian bisa mengestafetkan nilai-nilai kejuangan.” (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto