Sylviana: Pramuka Perlu Re-Branding Agar Diminati Remaja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault dan Ketua Kwarda Pramuka DKI Jakarta Sylviana Murni di arena Jambore Nasional, Cibubur, Jakarta Timur, 14-21 Agustus 2016. Dok. Kwarda Jakarta

    Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault dan Ketua Kwarda Pramuka DKI Jakarta Sylviana Murni di arena Jambore Nasional, Cibubur, Jakarta Timur, 14-21 Agustus 2016. Dok. Kwarda Jakarta

    TEMPO.COJakarta - Kwartir Daerah Pramuka DKI Jakarta mengadakan upacara Hari Pramuka Ke-55 di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 3 September 2016. Acara ini diikuti 40 ribu anggota Pramuka Penggalang, Penegak, Pandega, dan Pembina se-Jakarta. 

    "Perlu adanya re-branding Pramuka agar diminati kaum muda. Karena saat ini zaman telah berubah, semua remaja telah masuk sebagai generasi media sosial," kata Ketua Kwarda Pramuka DKI Jakarta Sylviana Murni. 

    Menurut Sylvi, Gerakan Pramuka, yang kini berusia 55 tahun, tidak sama suasana dan kondisinya ketika dilahirkan pada 1961. Pramuka hendaknya dapat mengikuti perkembangan zaman, kata dia, dan tidak terkesan kuno dalam era komunikasi digital dewasa ini. 

    Menurut dia, Pramuka harus dapat menangkap fenomena ini dalam era kebebasan berkomunikasi. Anggota Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak merupakan generasi cyber yang online setiap saat,  yang selalu memperbarui statusnya dan mengungkapkan kondisi secara real-time dalam media sosial. 

    "Pramuka baru harus keren, gembira, asyik, dan menyenangkan," kata Sylviana, yang kini menjabat Deputi Gubernur Jakarta Bidang Kebudayaan dan Pariwisata. 

    Kondisi itu menjadi tantangan bagi para pembina Pramuka, ujar Sylviana, yang harus selalu kreatif dan berinovasi dalam membina peserta didik sehingga bangga menjadi anggota Pramuka. Para pelatih juga harus belajar terus-menerus untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi pendidikan yang up-to-date tanpa melupakan prinsip dasar dan metode kepramukaan.

    Sylviana menjelaskan, Gerakan Pramuka adalah salah satu organisasi pendidikan nonformal yang bisa menjadi pemecah permasalahan kaum muda.  Karena itu, ujar dia, dibutuhkan revitalisasi organisasi secara nasional dan khususnya di DKI Jakarta. "Banyak tokoh nasional berasal dari Pramuka DKI Jakarta," ucapnya.

    Peringatan Hari Pramuka ke-55  oleh Kwarda DKI Jakarta kali ini diikuti 40 ribu peserta. Dari segi jumlah peserta, terdapat kenaikan. Pada 2014, peserta sebanyak 20 ribu anggota, lalu pada tahun berikutnya menjadi 30 ribu peserta. 

    Pada acara ini, tampil konduktor Addie M.S. dengan lagu Hymne Pramuka, Hari Merdeka, dan Kebyar-kebyar. Lalu penampilan marching band serta permainan tradisional egrang dan terompah.

    Selain itu, penampilan tarian oleh anggota Pramuka binaan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Cipinang dan Pondok Bambu. Gubernur Basuki Purnama atau Ahok tidak hadir dalam acara ini, padahal dia adalah Ketua Majelis Pembimbing Daerah Pramuka DKI Jakarta. 

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.