Sandera Abu Sayyaf Tak Kunjung Pulang, Sang Ayah Jatuh Sakit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa melakukan aksi unjuk rasa, di depan Kedutaan Besar Filipina, Jakarta, 1 Agustus 2016. Mereka mendesak pemerintah Filipina untuk aktif membebaskan 10 WNI yang masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. TEMPO/Imam Sukamto

    Aktivis Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa melakukan aksi unjuk rasa, di depan Kedutaan Besar Filipina, Jakarta, 1 Agustus 2016. Mereka mendesak pemerintah Filipina untuk aktif membebaskan 10 WNI yang masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Makassar - Ketidakpastian kepulangan Ismail Tiro, anak buah kapal tug boat Charles yang lolos dari penyanderaan pasukan Abu Sayyaf, rupanya membuat keluarganya di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, resah. Ayah Ismail, Haji Tiro, 73 tahun, dikabarkan jatuh sakit.

    "Bapak selalu memikirkan kondisi kakak saya," kata Mardiyah Tiro, adik Ismail yang dihubungi Tempo, Sabtu, 3 September 2016.

    Mardiyah mengatakan, ayahnya mulai sakit-sakitan setelah hampir dua bulan nasib anaknya tidak diketahui. Sempat membaik saat mengetahui kabar Ismail berhasil kabur. "Tapi karena tidak ada kejelasan kapan kakak pulang, ayah terbaring lemas lagi," ujar dia.

    Mardiyah melanjutkan, ayahnya mengidap penyakit jantung dan beberapa penyakit lain yang menimpa orang yang sudah uzur. Kondisi itu, kata dia, diperparah dengan tidak jelasnya kabar Ismail saat ini. "Katanya sudah bebas, tapi malah sampai saat ini kami sama sekali belum berkomunikasi," tutur adik bungsu Ismail itu.

    Pekan lalu, pejabat Kementerian Luar Negeri mengumumkan bahwa Ismail dan Muhammad Sofyan telah dikembalikan ke keluarganya. Faktanya, keluarga malah tidak mengetahui kondisi dan keberadaan kedua orang tersebut. Sebelumnya, Ismail dan Sofyan berhasil melarikan diri dari tawanan kelompok militan Abu Sayyaf. Mereka kabur setelah ditawan hampir dua bulan.

    "Istri kakak saya di Samarinda juga tidak tahu di mana dia berada," kata Mardiyah.

    Adapun istri Sofyan, Sri Dewi, belum berhasil dimintai konfirmasi. Telepon seluler miliknya sudah tidak aktif sejak dua pekan lalu. Istri Sofyan tinggal di Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, atau sekitar 50 kilometer dari Makassar.

    ABDUL RAHMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.