Menjelang Idul Adha, Ponorogo Waspadai Penyebaran Antraks

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sapi qurban. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Ilustrasi sapi qurban. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Ponorogo - Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit antraks. Terutama menjelang Hari Raya Idul Adha. Penyemprotan desinfektan terhadap sapi yang masuk maupun ke luar daerah lebih gencar dilakukan petugas di pos pemeriksaan ternak yang masuk wilayah Kecamatan Badegan. "Dalam dua minggu ini kami lebih intensif mencegah antraks menyebar di Ponorogo," kata Kepala Seksi Bina Perlindungan Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Hortikultura Ponorogo Siti Barokah, Jumat, 2 September 2016.

    Menurut Siti, pencegahan dilakukan karena antraks diduga telah menyerang sejumlah sapi di Kabupaten Pacitan yang berdekatan dengan Ponorogo. Sesuai informasi yang diterima Dinas Pertanian dan Hortikultura Ponorogo dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bakteri antraks mengakibatkan sejumlah sapi di Kecamatan Donorejo dan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, mati mendadak pada Juli lalu.

    Informasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Siti, menyebutkan sapi yang diduga mati mendadak itu berasal dari Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Itu sebabnya jalur distribusi ternak antara Ponorogo dan Wonogiri lebih diperketat apalagi mendekati Idul Adha.

    "Selain memantau di pos pemeriksaan di Desa Biting, Kecamatan Badegan, kami juga mengecek ke pasar-pasar hewan," tutur Siti sembari menyatakan, sampai saat ini kondisi hewan kurban yang dijual di pasaran masih dalam kondisi yang baik.

    Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Pacitan Agus Sumarno mengatakan dugaan terjangkit antraks pada dua ekor sapi yang mati mendadak di wilayahnya telah ditangani. Sampel darah dan tanah di sekitar kandang telah diuji di Laboratorium Balai Besar Veteriner Yogyakarta. "Hasil terbarunya dinyatakan suspect dan mengarah ke positif," ujarnya saat dihubungi Tempo.

    Upaya penanganan lain yang dilakukan, kata Agus, adalah pemberian vaksin, penyemprotan desinfektan selama tiga pekan terakhir. Hingga kini, kasus serupa tidak ditemukan lagi.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.