2 Anggota Direksi PT Brantas Divonis Pengadilan Tipikor Hari Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus suap Kejati DKI Jakarta yang diamankan dalam OTT, Sudi Wantoko, meninggalkan Gedung KPK, Jakarta, 1 April 2016. Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya itu ditangkap usai memberikan uang suap kepada perantara. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Tersangka kasus suap Kejati DKI Jakarta yang diamankan dalam OTT, Sudi Wantoko, meninggalkan Gedung KPK, Jakarta, 1 April 2016. Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya itu ditangkap usai memberikan uang suap kepada perantara. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, 2 September 2016, akan membacakan vonis terhadap dua anggota direksi PT Brantas Abipraya, Dandung Pamularno dan Sudi Wantoko.

    Dandung dan Sudi tiba di ruang Kartika 2 Pengadilan Tipikor Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB. Dandung mengenakan kemeja batik berwarna hitam. Sedangkan Sudi terlihat menggunakan kemeja batik berwarna kuning.

    Sudi ditemani keluarganya. Ia duduk di samping putranya. Adapun istrinya duduk di belakang. "Saya terima saja, anggap ini ujian Tuhan," ujarnya seraya mengatakan tidak akan mengajukan permohonan banding atas apa pun putusan majelis hakim.

    Keduanya adalah terdakwa kasus percobaan penyuapan terhadap Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Sudung Situmorang dan Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Tomo Sitepu.

    Jaksa penuntut umum mengatakan Dandung dan Sudi berniat memberikan uang Rp 2,5 miliar kepada Sudung dan Tomo agar penyelidikan perkara korupsi di PT Brantas dihentikan.

    Jaksa menuntut Sudi dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Sedangkan Dandung dituntut 3 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.