Aman Bertransaksi, Kementerian Perdagangan: UKM Manfaatkan Transaksi Online

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO.CO, Bengkulu - Kementerian Perdagangan mengharapkan pelaku usaha kecil menengah (UKM) dapat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung perkembangan usahanya. Saat ini transaksi online semakin berkembang. Untuk itu, pelaku UKM diharapkan bisa memanfaatkannya untuk memberikan perlindungan dan rasa aman dalam bertransaksi.

    Menurut Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih, ada seratus juta orang lebih pengguna telepon pintar di Indonesia. Ini adalah potensi besar yang dapat dimanfaatkan pelaku UKM untuk memasarkan produknya.

    “Pengguna ponsel pintar adalah peluang. Masyarakat sudah berubah. Kemudahan dari penggunaan teknologi membuat transaksi online menjadi pilihan banyak orang,” ucap Karyanto saat memberi sambutan pembukaan Pameran Pangan Nusa dan Pameran Produk Dalam Negeri, yang diselenggarakan pada 1-4 September 2016 di Bengkulu.

    Karyanto berujar, pasar bisnis online di Indonesia belum digarap secara maksimal. Sekitar 75 persen pengguna telepon pintar belum memanfaatkan transaksi melalui teknologi seluler tersebut.

    Kemudahan teknologi, selain merupakan pasar bagi pelaku UKM, dapat digunakan untuk menjalin kemitraan atau jejaring pemasaran antarpelaku UKM dan pengusaha secara lebih luas. Karyanto berharap transaksi online dapat memperpendek mata rantai distribusi, khususnya untuk komoditas pangan pokok.

    Pameran ini dihadiri pelaku UKM dari sejumlah provinsi, antara lain DKI Jakarta, Bali, Papua, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung. Total stan yang disediakan dalam pameran di Bengkulu ini sebanyak 102. Pameran tingkat nasional 2016 ini dilaksanakan di Jambi, Bengkulu, dan Banyuwangi.

    PHESI ESTER JULIKAWATI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.