25 TKI Ilegal Asal NTT Meninggal di Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal yang bekerja di Negeri Sabah dipulangkan pemerintah Malaysia berbaris saat pemeriksaan barang bawaan di xray bea cukai Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, 1 April 2016. Sebanyak 122 TKI ilegal kembali dipulangkan. ANTARA FOTO

    Tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal yang bekerja di Negeri Sabah dipulangkan pemerintah Malaysia berbaris saat pemeriksaan barang bawaan di xray bea cukai Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, 1 April 2016. Sebanyak 122 TKI ilegal kembali dipulangkan. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Kupang - Sebanyak 25 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Nusa Tenggara Timur (NTT) selama 2016 dilaporkan meninggal di Malaysia. Namun tidak semua TKI yang meninggal itu dipulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

    "Total TKI yang meninggal ada 27 orang. Hanya dua orang yang berangkat ke Malaysia secara legal, sisanya ilegal," ucap Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTT Tato Tirang kepada Tempo, Jumat, 2 September 2016.

    TKI yang meninggal di Malaysia, menurut dia, tidak semuanya dipulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan. Ada sebagian TKI yang dimakamkan di Malaysia dan Tanjung Pinang, Riau. "Ada dua TKI yang dimakamkan di Malaysia dan dua TKI di Tanjung Pinang," ujarnya.

    Dia mengatakan penyebab TKI asal NTT meninggal antara lain bunuh diri dan jatuh dari kendaraan. "Tidak ada laporan yang menyebutkan korban meninggal akibat kekerasan oleh majikannya," tuturnya.

    Kepala Seksi Penyiapan dan Penempatan TKI John Salukh mengatakan TKI ilegal yang meninggal di Malaysia rata- rata tidak punya keterampilan dan tanpa melalui pemeriksaan kesehatan saat diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia. "Yang berangkat ke Malaysia lebih banyak TKI ilegal," ucapnya.

    Seharusnya, menurut dia, TKI ilegal ini bukan menjadi tanggung jawab BP3TKI, karena tidak terdaftar sebagai TKI. Namun, karena rasa kemanusiaan dan kedekatan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia, BP3TKI membantu mencari keluarga TKI yang meninggal. "Banyak yang kami temukan nama dan alamat TKI tidak sesuai dengan yang tertera di paspor karena dipalsukan," ujarnya.

    Dia berharap calon TKI yang hendak diberangkatkan ke Malaysia harus mengikuti prosedur yang benar, sehingga sebelum diberangkatkan bisa diberi pelatihan dan melalui pemeriksaan kesehatan. "Gunakan jalur legal kalau mau jadi TKI," tuturnya.

    YOHANES SEO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.