Ikut Tes Gerindra, Saefullah Siap Lepas Jabatan Sekda DKI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta, Saefullah menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan penyidik terkait kasus dugaan suap reklamasi di Gedung KPK, Jakarta, 27 April 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta, Saefullah menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan penyidik terkait kasus dugaan suap reklamasi di Gedung KPK, Jakarta, 27 April 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan siap melepas jabatannya saat ini jika terpilih menjadi salah satu calon wakil gubernur dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017. Semalam, Saefullah menjalani tes uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dengan Partai Gerindra di Restoran Al Jazeera, Jakarta Timur.

    "Bukan mundur, melainkan berhenti dari PNS," kata Saefullah setelah menjalani tes, Kamis malam, 1 September 2016. Ia mengatakan akan menghormati aturan yang mengharuskan PNS mundur jika maju sebagai salah satu calon definitif oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah.

    Dalam tes yang berjalan hampir dua jam itu, Saefullah ditanyai politikus Gerindra, Muhammad Taufik. Saefullah mengaku tak mengetahui apakah tes ini untuk mengukur dia sebagai calon gubernur atau wakilnya. Bekas Wali Kota Jakarta Pusat itu merelakan apa pun hasilnya pada keputusan internal partai nanti.

    "Nanti hasilnya belum tahu, apakah pilih saya atau yang lain," tuturnya.

    Taufik enggan merinci hasil tes tersebut. Ia hanya mengatakan Saefullah ditanyai soal gagasan-gagasan dia ke depan. Saefullah pun ditanyai tentang komitmen kebersamaan dengan bakal calon lain jika nanti akhirnya jadi diusung.

    Menurut Taufik, Saefullah memiliki kompetensi yang memadai dalam hal manajemen pemerintahan daerah. "(Saefullah) naik ke jabatan sekda bisa cepat dan cemerlang," tuturnya.

    Ia mengatakan hal itu cocok jika disandingkan dengan salah satu calon gubernur yang sebelumnya ramai digadang-gadang Gerindra, Sandiaga Uno. "Sandi dianggap punya kelebihan manajemen umum, kalau dipadukan dengan manajemen pemerintahan, akan lebih baik," katanya.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.