Hilirisasi Hasil Penelitian Harus Didukung

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggapan bahwa peneliti  berpikiran tidak praktis dan pengusaha hanya berpikir mengenai keutungan harus dihilangkan.

    Anggapan bahwa peneliti berpikiran tidak praktis dan pengusaha hanya berpikir mengenai keutungan harus dihilangkan.

    INFO NASIONAL - Pada  19 Agustus 2016 dalam rangkaian acara Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA), telah digelar Forum Diskusi RKSA 2016. Forum diskusi ini berfokus pada pembahasan dalam rangka mendukung hasil riset atau penelitian agar bisa dengan mudah masuk ke pasar untuk dikomersialkan, (hilirisasi hasil penelitian) serta menggiatkan sciencepreneurship peneliti di Indonesia untuk meningkatkan daya saing bangsa.

    Hadir sebagai narasumber Dirjen penguatan riset dan pengembangan Kemenristekdikti Dr. Muhammad Dimyati, pendiri Kalbe Farma Dr.Boenjamin Setiawan, Kepala Pusat Inovasi LIPI Dr. Nurul Taufiqu Rochman, Praktisi Perbankan/Staf Ahli Menteri BUMN Budi Sadikin,  serta CEO Wardah Kosmetik Nurhayati Subakat

    Menurut Muhammad Dimyati, proses hiliriasi hasil riset di Indonesia masih minim. Dari 22 persen yang mampu sampai ke pasar, sekitar 60 persen biasanya gagal secara ekonomi. Selanjutnya dari 40persen yang berhasil secara ekonomi, hanya 8persen yang berhasil, diimplementasi dan dirasakan oleh masyarakat. “Untuk itu, peneliti melakukan riset yang berkualitas, industri juga membuka diri dan memberi kepercayaan, pemerintah membuat regulasi yang mendukung hilirisasi,” kata Dimyati.

    “Kita memerlukan sinergi yang harmonis antara semua elemen bangsa, khususnya akademi, industri, dan pemerintah, untuk mampu bersaing, sekaligus mewujudkan hasil penelitian yang memiliki nilai tinggi secara komersial dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Boenjamin Setiawan. “Kita perlu menghilangkan anggapan bahwa peneliti itu berpikiran tidak praktis dan pengusaha hanya berpikir mengenai keutungan,” tukasnya.

    Pada kesempatan sama, Nurul Taufiqu Rochman juga mengatakan peneliti amat berpeluang menjadi sciencepreneur dengan menggabungkan pemanfaatan sains dan teknologi serta konsep wirausaha dalam melakukan riset, sehingga hasilnya berwujud nyata. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.