Orang Tua Pelaku Percobaan Bom Bunuh Diri Medan Minta Maaf

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Jihandak Brimob berada di lokasi ledakan bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph, Medan, Sumatera Utara, 28 Agustus 2016. TEMPO/Sahat

    Mobil Jihandak Brimob berada di lokasi ledakan bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph, Medan, Sumatera Utara, 28 Agustus 2016. TEMPO/Sahat

    TEMPO.CO, Jakarta - Makmur Hasugian, ayah Ivan Armadi Hasugian, tersangka percobaan bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph Doktor Mansyur Medan, menangis sambil memohon maaf kepada masyarakat Sumatera Utara dan umat Katolik.

    "Kami mohon maaf kepada warga Sumatera Utara, umat Kristen terutama Katolik, atas ulah anak saya yang membuat perasaan antar umat beragama jadi terluka," kata Makmur didampingi istrinya, Arista Boru Purba, di Kantor Perhimpunan Advokat Medan, Kamis, 1 September 2016.

    Makmur menuturkan perbuatan Ivan tidak diinginkan oleh keluarga mereka. "Kami sangat malu dan memohon maaf atas perbuatan anak kami Ivan," ujar bekas advokat itu.

    Sebagai bentuk kesungguhan, dia dan istrinya akan menemui Uskup Agung dan Uskup Sumatera Utara pada 5 September 2016. "Kami baru dapat jadwal Uskup Agung 5 September nanti karena beliau sangat sibuk," ujar Makmur.

    Namun Ivan, menurut Makmur, belum belum bersedia meminta maaf atas perilaku yang telah diperbuatnya. "Saat saya menemui Ivan di tahanan Polresta Medan, dia minta maaf kepada saya dan ibunya. Ivan bilang perbuatannya menyebabkan ibunya sedih," kata Makmur.

    Untuk mendampingi Ivan selama menghadapi proses hukum, Makmur mununjuk 31 pengacara. Makmur mempercayakan penanganan kasus Ivan ke Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Cabang Medan. "Ada 31 pengacara yang membela Ivan," katanya.

    Salah satu kuasa hukum Ivan, Rizal Sihombing, mengatakan kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Ada dua bagian yang disangkakan kepada Ivan, yaitu melanggar Pasal 335, 338, 340, 351 KUH Pidana dan pasal-pasal dalam Undang-Undang Teroris Pasal 15 juncto pasal 6 dan pasal 9 UU Terorisme tahun 2003," kata Sihombing kepada Tempo.

    Sihombing mengaku belum mempelajari kasus Ivan secara utuh. "Baru menerima surat kuasa hukum kemarin.Meski begitu ada beberapa hal yang kami lihat akan kami jadikan pembelaan nantinya," kata Sihombing.

    Diantaranya, kata Sihombing, usia Ivan yang masih tergolong anak-anak, yakni 18 tahun. "Yang terjadi pada Ivan bisa saja kenakalan seorang anak yang belajar dari Internet," katanya.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.